Abstract :
PT N merupakan perusahaan yang bergerak dibidang inudustrt otomotif.
Produk yang dihasilkan sa~ah satunya adalah komponen sepeda motor yaitu Hub
Rear. Masih banyak masalah mengenai kalitas Hub Rear yang ditandai dengan
banyaknya keluhan konsumen terhadap produk tersebut yang memaksa PT
untuk sesegera mungkin menyelesaikannya. Peningkatan perbaikan kualitas
diharapkan dapat meminimalkan keluhan-keluhan konsumen dengan identifikasi
lebih lanjut terhad
a
p keluhan-keluhan konsumen tersebut.
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah perbaikan kualitas
Hub Rear adath dengan penerapan QED, dimana dalam metode ini akan
diterjemahkan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dapat
dihasilkan oleh produsen yaitu PT AN untuk memenuhinya.Langkah-langkah
penyelesaiannya diawali denugan pengumpulan data melalui Field Product
Report, Warranty Claim Report, dan oice of Costumer Report. Dari-data-data
ini kemudian akan diolah dalam mariks House of Quality.
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan
kuesioner dimana dalam kuisioner ini terdapat variabel penelitian yaitu kondisi
fisik, pemenuhan fungi, cdan pelayanan untuk Hub Rear. Berdasarkan uji
validitas maka dari 16 item dinyatakan valid dan dari uji reliabilitas dinyatakan
bahwa tingkat keterhandalannya adalah 2,039. Dari kuisioner ini faktor-faktor
yang perlu mendapatkan perhatian untuk diperbaiki dalam rang#a peningkatan
kualitas Hub Rear adalah kekatan Hub Rear (30% TB), ukuran Hub Rear (32%
TB), bentuk Hub Rear (34% ATB). fungi Hub Rear terhadap spoke (34% AT),
fungsi Hub rear terhadap bearing (32% TB), fungsi Hub Rear terhadap kasut rem
(34% 4TB), penggantian Hub Rear yang rusak atau cacat pada masa garansi
(34% ATB), dan penyediaan suku cadang (38% ATB).
Hasil yang diperoleh dari mariks rumah kualitas adalah identifikasi
keinginan pelanggan yaitu desain produk dengan lebih memperhatikan kekuatan,
bentuk dan ukuran, desain warna untuk lebih, desain proses baik untuk proses
pembuatan produk maupun untuk proses pelayanan kepad pelanggn, dan
penurunan harga suku caudang. Sedangkan untuk upaya penanggulangan
terhadap kasus-kasus pada Hub Rear yang dapat dilakukan oleh PT. X adalah
dengan melakukan rekayasa desain yang lebih baik, perencanaan manufaktur
yang lebih baik, perbaikan pada unit produksi, kontrol manufaktur yang lebih
baik, dan layanan purnt jal yang lebih baik. Dari matriks relative importance
ratings diketahui prioritas pelaksanan upya dalam memenuhi keinginan
pelnggan secara berurutan dari nilai tertinggi yaitu: melaksanakan proses
produksi yang sesuai dengan spesifikasi atau prosedur yang diberikan (rating
120), melakukan uji bahan dilaboratorium (rating 87), mendesain hub dengan
memperhatikan kemudahan untuk dimanufaktur dan dirakit (rating 63),
memberikan pengarahan atu petunjuk kepada operator akan pentingnya standar
prosedur pengoperasian dengan bekerja sesuai SOP (rating 60), dan seterusnya
(sesuai nilai pada matriks relative importance ratings). Dari hasil-hasil diatas
maka disimpulkan bahwa penerapan QFD ii sangat diperhukan oleh PT N untuk
peningkatan kualitas Hub Rear yang diproduksi.