Abstract :
Pada era globalisasi saat ini menunjukkan tingkat persaingan yang
semakin ketat. Hal ini memberikan suatu kondisi yang mengakibatkan
setiap perusahaan baik itu industri manufaktur ataupun jasa harus
memperhatikan perkembangan ini. Situasi ini juga secara langsung
membuat setiap perusahaan berusaha untuk mempertahankan posisinya
dalam persaingan yang semakin ketat ini.
PT. X yang memproduksi berbagai jenis tipe lampu salah satunya adalah
lampu jenis TL yang terdiri dari TL 10 W, 18 W, 20 W, 36/ dan 40 W.
Salah satu perhatian yang harus dicermati dalam menjalankan kegiatan
produksinya adalah dengan memperhatikan sumberdaya yang ada. Hal ini
amatlah berkaitan dalam melakukan suatu perencanaan produksi dimana
kendala-kendala pengadaan sumberdaya yang tersedia amatlah terbatas.
Dari penelitian penulis, tujuan menentukan jadwal induk produksi
berdasarkan perencanaan produksi menggunakan beberapa metode
yang mendukung untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Metode yang
digunakan adalah perencanaan prcduksi berdasarkan metode peramalan
yaitu Metoode Single Moving Average, Double Exponential Smoothing
dan Konstan dengan nilai MAD terkecil pada masing-masing lampu
adalah TL 10 W sebesar 7496,94 : TL18 W sebesar 6928,55 ; TL 20 W
sebesar 4088,48; TL 36 W sebesar 1817,04; TL 40 W sebesar 2341,94.
Serta penggunaan metode linier programing didalam menentukan rencana
produksi yang optimal dengan merinimasi biaya produksi yaitu jam buruh
dan jam mesin sebesar Rp.20,6 +Rp.10,0 = Rp.30,6
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa total rencana produksi tahun 2000
untuk lampu TL 10 W sebesar 1.190.105,76 unit ,TL 18 W sebesar
1.178.923,65 unit, TL 20 W sebesar 1.056.665,70, TL 36 sebesar
867.224,81 unit dan TL 40 W sebesar 860.897,92 unit _ Perebcanaan
produksi dengan metode linier programing dilihat dari kendala yang ada di
perusahaan, maka produksi yang memberikan biaya produksi yang
rendah adalah produksi pada lampu TL 40 W dengan total minimasi biaya
sebesar Rp. 19.201.175 dan untuk lampu TL 36 W sebesar Rp. 6.642.000
total rencana produksi untuk tahun 2000 sebesar 881.505 unit dengan
total minimasi biaya produksi sebesar Rp.26. 922.542