Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Firmansyah, Firmansyah
Subject
658.8 Marketing, Management of Distribution/Marketing, Manajemen Distribusi
Datestamp
2023-11-03 07:14:45
Abstract :
Banyaknya perusahaan besar terutama perusahaan yang bergerak dalam
industri mamufaktur tidak memperhatikan keselamatan kerja karyawanya dan
kurangnya perhatian perusahaan terhadap keselamatan kerja mengakibatkan
kecelakaan kerja masih meningkat pada perusahaan. PTY" termasuk
dikategorikan perusahaan yang tidak memperhatikan keselamatan kerja
karyawan.Tingkat kecelakaan yang masih tinggi dan upaya perbaikan yang tidak
dilakukan merupakan system keselamatan kerja PT'Y" ini kurang baik. Selain
perusahaan yang kurang memperhatikan keselamatan kerja, pihak tenaga kerja
juga masih banyak tidak menyadari pentingnya keselamatan kerja. Kegiatan
proses produksi yang mengandung resiko tinggi kecelakaan banyak tidak disadari
oleh pekerja maupun pihak manajemen perusahaan. Untuk melangsungkan
kegiatan produksi yang aman dan untuk menjadikan kondisi kerja yang nyaman
maka PT"Y" ini perlu menerapakan sistem manajemen keselamatan kerja.
Penelitian di lakukan pada bagian produksi di PTY" dilaksanakan pada
bulan april 2002. Kecelakaan banyak terjadi pada proses produksi. Dimana
kecelakaan terjadi sebanyak 52 kali kejadian kecelakaan dengan jumlah
karyawan 102 orang. Dengan angka frekuensi kecelakaan sebanyak 2.713 yang
mampunyai arti selama 1.000.000 juta jam kerja terjadi kecelakaan sebanyak
2.713 kejadian kecelakaan dan angka beratnya kecelakaan sebesar 2,26yang
mempunyai arti 2,26 waktu yang hilang setiap 1000 jam kerja. Potensi bahaya
kecelakaan menggambarkan kegiatan prosos produksi yang mengandung bahaya.
Kegiatan panitia keselamatan kerja yang kurang efektif dan upaya pencapaian
tujuan kebijakan keselamatan kerja tidak dilakukan oleh perusahaan. Pelatihan
kerja yang minim dilakukan dan juga pengasan kepada pekerja masih sangat
kurang dilakukan. Alat-alat pelindung diri yang kurang memadai dan tidak
mememuhi standar keselamatan kerja menjadikan kegiatan proses produksi
menjadi rawan keceiakaan.
Analisis perbandingan antara kondisi saat ini perusahaan dengan kondisi
memadai sistem manajemen keselamatan kerja dilakukan untuk melihat tahap
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian berdasarkan kondisi saat ini
perusahaan. Berdasarkan dari analisa tersebut dapat diketahui langkah
perbaikan apa yang akan diambil agar kegiatan sistem manejemen keselamatan
kerja dapat berjalan. Perancangan sistem manajemen keselamatan kerja
merupakan perancangan yang diambil berdasarkan hasil analisa perbandingan.
Perancangan sistem manajemen keselamatan kerja merubah dari kondisi
keselamatan kerja yang lama dengan kondisi keselamatan kerja yang telah
diperbaharui. Perancangan tersebut diantaranya ; resstrukturisasi panitia
keselamatan kerja, langkah-langkah untuk mencapai tujuan kebijkan
keselamatan dan pelatihan kerja.Perancangan ini juga tidak dilakukan pada
proses kegiatan manajemen saja melainkan pada kondisi fisik perusahaan yang
diantaranya; Pembuatan alat bantu traly , display peringatan, Lantai pabrik,dan
perubahan lay out pabrik. Penerepan sistem manajemen keselamatan kerja
adalah proses pelaksanaan dalam 2 tahun kedepan dan juga untuk proses
selanjutnya,