Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Frist Haolinama Hotma, Siahaan
Subject
331.2 Conditions of Employment/Kondisi Buruh, Kondisi Pekerja, Kondisi Pegawai, Kondisi Karyawan
Datestamp
2023-11-06 03:30:53
Abstract :
Manusia melakukan peketjaan past akan menggerakkan anggota
tubuhnya. Gerakan-gerekan dalam bekerja perlu dilakukan secare
ergonomis sehingge tidak mengakibatkan "kecelakaan industri" sepert
cedera tulang belakang bagian bawah, cacat produk, dan lain sebagainya.
PT. X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang menggunakan
manusia dalam melakukan proses produksinya. Pada bagian Material
Handling dimana tempat melakukan penyimpanan barang setengah jadi
pekerja melakukan kegiatan pemindahan secara manual. Dari kegiatan itu
pekerja sering mengeluhkan ketidaknyamanan dalam penggunaan troli
yang terdapat penyangga. Juga kelelahan karena kegiatan yang dilakukan
secara berleng-ulang dimena kapasitas produksi harus terpenuhi
sedengkan troli yang digunakan berkapasitas kecil.
Untuk mengurangi atau memperbaiki kondisi seperti itu maka
perlunya suatu aturan atau prinsip kerja khusurs yang berkaitan dengan
gerakan pekerja yang ergonomis. Sehingga pekerjaan tersebut tidak
menimbulkan kelelahan dengan menambahkan kapasitas pada troli.
Berdasarkan dari hasil analisis gerakan pekerja dengan metode
NIOSH make terdapat nilai Composite Lifting Index (CLI) untuk Main
Frame Origin = 1,59 pada kondisi awal setelah diperbaiki menjadi 0,86.
Jike nilai CLI < 1 berarti peketjaan aman untuk dilakukan. Dan
berdasarkan metode gerakan dasar Therbligh dimana pekerja melakukan
gerakan berputar diperoleh waktu 680 TMU =
0,408 menit untuk kondisi
awal sedangkan bila gerakan diperbaiki dimana gerakan berputar
dihilangkan akan memperoleh waktu 560 TMU = 0,336 menit.
Dengan hasil yang diperoleh maka perlunya jarak pekerja terhadap
material
yang akan diangkat lebih dekat. Perlunya juga mengurangi
tumpukan box yang berisi material sehingga pekerja tidak melakukan
jangkauan yang tertalu tinggi. Perlu juge menghilangkan gerakan berputar
saat melakukan pengangkatan dengan memposisikan palet dan troli
sejajar. Mengurangi frekuensi pengangkatan sehingga pekerjaan tidak
membosankan dan menimbulkan kelelahan, dengan menambah kapasitas
troli. Dan selanjutnya menghilangkan kegiatan membungkuk saat
menggunakan troli rendah dengan mendesain ulang troli yang ada.