Abstract :
Pada PT. Ichii industry Indonesia mempunyai masalah ketidak cukupan stok
bahan baku karena menghadapi jumlah pengandaan bahan baku yang terlalu besar
dan karena keterlambatan pemasok yang jauh dari perusahaan untuk mengatasi
yang dihadapi oleh perusahaan untuk menekan biaya persediaan bahan baku yang
berlaku agar menjadi lebih efisien dengan mengoptimalkan pemesanan yang
dilakukan secara rutin dan tepat.
Dalam penelitian ini menggunakan metode economic order quantity dan
model kombinasi just in time yang digunakan untuk bertujuan untuk
mengindentifikasi masalah yang terjadi pada persediaan bahan baku dan
mererapkan total biaya persediaan bahan baku yaitu dengan menentukan biaya
pemesanan, biaya penyimpanan menghitung dan mengolah data dengan model
kombinasi just in time dan economic order quantily dan menganalisis perbandingan
dari economic order quantity dan model kombinasi just in time agar optimal dan
efesien.
Berdasarkan dari menunjukkan jumlah biaya persediaan pada frekuensi
kombinasi JT pemesanan sebanyak 4 kali dan EOQ sebanyak 3 kali dengan
banyaknya persediaan unit perorder pemesanan kombinasi JT sebanyak 3.090
Sheet dan EOQ sebanyak 4.529 sheet dengan persediaan pertahun yaitu sebesar
12.361 sheet, dan biaya penyimpanan kombinasi IT yaitu sebesar
Rp.2.966.495
dan EOQ sebesar Rp.2.429.007 sehingga biaya pemesanan kombinasi JIT yang
dikeluarkan sebesar Rp 2.966.495 dan EOQ sebesar Rp. 11.001.290 total biaya
persediaan bahan baku sheet kombinasi JIT Rp.5.932.990 dan EOQ sebesar
Rp.14.294.987 dan safety stock yang digunakan sebagai persediaan pengaman
yang harus ada digudang yaitu sebanyak 2.641 sheet, dengan pemesanan kembali
pada Reorder Point (ROP) dapat dilakukan pemesanan pada saat persediaan
digugang sebanyak 3.288 sheet, dan dapat dilakukan pemesanan kembali setiap
38 hari sekali, dengan jumlah pemakaian rata-rata sebanyak 4.529 Sheet dengan
metode Economic Order Quantity EOQ Berdasarkan hasil penelitian bahwa
pengendalian persediaan bahan baku model kombinasi just in time lebih optimal
dibanding metode yang selama ini diterapkan perusahaan.Biaya persediaan bila
dihitung menggunakan model kombinasi just in time juga dapat menghemat biaya
persediaan sebesar Rp.17.861.532 dibanding dengan yang diterapkan selama ini
oleh perusahaan.