Abstract :
n
PT. Kereta Api lnd-:mesia (PT.KAI) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa
transportasi darat baik untuk penumpang maupun barang, maka dari itu diharuskan
memenuhi semua kebutuhan dan keinginan konsumen. Demikian pula stasiun kereta
api Pondok Kopi Jakarta sebagai bagian dari PT. KAI harus mampu menyediakan jasa
transportasi yang serasi dengan tingkat kebutuhan pelayanan yang aman, nyaman,
teratur dan tepat waktu. Tetapi pada kenyataannya, pelayanan yang diberikan masih
dirasakan kurang dari kei
ginan dan harapan konsumen khususnya bagi pengguna
kereta api Ekonomi AC jurusan stasiun Bekasi-Jakarta kota. Hal ini dibuktikan dengan
masih banyaknya keluhan dari konsumen terhadap pelayanan yang diberikan stasiun
Kereta api Pondok Kopi khususnya bagi pengguna kereta api Ekonomi AC Jurusan
stasiun Bekasi-Jakarta Kota.
Upaya perbaikan yang dilakukan pihak perusahaan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan adalah dengan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL) dan
metode Quality Function Deployment (QFD). Metode SERVQUAL digunakan untuk
menentukan variabe!-variabe! yang menjadi persepsi konsumen berdasarkan faktor
faktor kepuasan konsumen berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu:
tangibles (bukti langsung), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap),
assurance (jaminan), dan emphaty (empati). Sedangkan dengan metode QFD dapat
mengurangi dan mer.ghilangkan kesenjangan dengan menjadikan kesenjangan
tersebut dengan menggunakan metrik atau simbol: A untuk hubungan lemah, ? untuk
hubungan sedang, ? untuk hubungan kuat pada hubungan antar Whats dengan Hows
dan masih banyak lagi simbol yang digunakan sebagai level of importance pada House
of Quality yang menjadi action plan bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan jasa.
Atribut-atribut Whats dibuat persentase bobot kepentingan atau keinginan
konsumen dan diperoleh: 24% sangat penting, 43% penting, 24% cukup penting dan
9% tidak penting, dalam pembobotan yang tergolong dalam kategori sangat penting
dan memiliki nilai bobot kepentingan terbesar yaitu, Ketepatan keberangkatan dan
waktu tiba kereta api dengan ni!ai pombobotan 0, 875 , dan variabel yang nilai
pembobotannya terkecii ada!ah Kenyamanan dan pengaturan tempat parkir dengan
nilai pembobotan 0,4. Dan dengan metode QFD didapatkan prioritas untuk diambi
tidakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dimana proritas- terbesar ada pada
atribut Pos dan petugas keamanan. (Relative Weight = 202. 8), variabel Jadwal
keberangkatan dan kedatangan KRL AC Ekonomi. (189) dan atribut Pendidikan dan
pelatihan pegawai. (146). Dan prioritas terkecil adalah atribut Rumah makan dan kios
(13).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa atribut Pos dan petugas
keamanan menjadi faktor penting dalam menentukan karakteristik pe/ayaan. Maka
perusahaan dapat menggunakan atribut-atribut lain untuk meningkatkan kepuasan
pe/ayanan yang sesuai keinginan pelanggan antara lain: Pendidikan dan pelatihan
pegawai,insentif dan penghargaan, ruang dan peralatan P3K, Tempat Parkir motor dan
mobil, tata letak fasilitas tepat, dan pakaian rapi.