Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Bangun, Gultom
Subject
620.004 6 Engineering Maintenance and Repair/Perawatan dan Pemeliharaan Teknik, Perbaikan dan Reparasi Teknik
Datestamp
2023-11-09 07:50:20
Abstract :
PT. BASF INDONESIA Divisi POLYMER DISPERSION PLANT merupakan
suatu perusahaan industri kimia. Dimana dalam melaksanakan kegiatan produksinya,
menggunakan mesin-mesin dan peralatan mulai dari yang sederhana hingga yang komplek.
Sedangkan kemampuan mesin-mesin terbatas sehingga pada suatu saat akan mengalami
kerusakan. Untuk menghindari kerusakan yang seringkali terjadi dengan tiba-tiba maka
perlu dilakukan kegiatan perawatan pencegahan sebaik mungkin terhadap mesin-mesin
tersebut. Dalam tugas sarjana ini akan dikemukakan dua buah model perawatan pencegahan
dengan strategi yang berbeda.
Model I, tidak diizinkan terjadinya kerusakan, bila terjadi kerusakan dalam
selang waktu tertentu, maka mesin langsung dihentikan untuk diperbaiki, diperiksa,
kemudian mesin dilakukan penjadwalan perawatan kembali selama waktu tertentu T.
Dcngan dcmikian kondisi mcsin scbclum mcngalami kcrusakan sama dcngan kondisi mcsin
setelah mengalami kerusakan.
Model II, apabila terjadi kerusakan, maka mesin langsung dihentikan untuk
diperbaiki, pada bagian yang mengalami kerusakannya saja, dan apabila selang waktu
perawatan tercapai maka dilakukan perawatan terhadap mesin, Dengan demikian kondisi
mesin sebelum mengalami kerusakan tidak sama dengan kondisi mesin setelah mengalami
kerusakan.
Tetapi walaupun strategi yang berbeda, namun kedua model ini mempunyai
tujuan yang sama yaitu menentukan selang waktu perawatan pencegahan dengan kriteria
meminimumkan ongkos operasi.
Kerusakan mesin reaktor mengikuti distribusi eksponesial yaitu 1 / '/\, pencegahan
perawatan model II ini menghasilkan ongkos total minimum diperoleh pada saat T = 29 hari
sebesar Rp 10.421,25 dan harga rata-rata antar kerusakan 1 /
(29) = 29,5 hari.
Pencegahan perawatan model I menghasilkan ongkos total minimum Rp 13.414,85 dan
harga rata-rata waktu antar kerusakan 1 I7 (20) = 42,8 hari. Penghematan yang
diperoleh dari perawatan pencegahan model I sebesar Rp 208.108,00 per tahun per mesin.
Sedangkan penghematan yang diperoleh dari perawatan pencegahan model II sebesar
Rp 11.250,- per tahun per mesin.