Abstract :
Total Productive Maintenance atau TPM merupakan s:atu metode
pemeliharaan yang mengk.oordinasikan partisipasi dalam bentuk
kerjasama seluruh karyawan dari level atas sampai dengan level bawah
guna menunjang kelancaran operasi fasilitas produksi.
Pf. Daikin Clutch Indonesia sebagai perusahaan yang
menghasilkan produk kopling telah melakuk.an usaha-usaha perbaikan
sekaligus mengembangkan suatu metode pemeliharaan dengan
menerapkan Total Productive Mantenance yang didasari dengan
pelaksanaan 5S (Seiri, Seito, Seisou, Seiketsu dan Shetsuke). Pressure
Plate Machining Line merupakan obyek peneliti.an yang dipilih karena
kekritisan mesin-mesin yang terdapat pada line ini. Walaupun perlakuau
dari pelaksanaan maintenance sudah dilakukan cukup lama tetapi
pengukuran akan hasil penerapan TPM itu belum dilakukan secara
nyata, sehingga diperlukan pengkajian ulang untuk mempelajari prinsip
prinsip TPM guna mengetahui keberhasilan yang telah dicapai dan juga
memperbaikinya.
Sebagai tolak ukur keberhasilan TPM yang dilakukan adalah
Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Total Participation. Melalui
OEE dan Total Participation dilakukan analisis yang didapat nilai OEE
sebesar 82% pada tahun 1997, yang berarti masih 3 % lagi untuk
mendapatkan PM Prize yang mempunyai nilai OEE normal sebesar 85%.
Karena itu dapat dikatakan bahwa pelaksanaan TPM yang dimulai pada
tahun 1993 belum optimal dan butuh perbaikan.
Untuk melakukan perbaikan ini perlu diketahui faktor-faktor apa
saja yang sudah dilaksanakan guna mendukung pelaksanaan TPM, dan
faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat keberhasilan
pelaksanaan TPM tersebut. Setelah itu dilakukan perancangan kembali
untuk melaksanakan TPM dengan memperbaiki faktor-faktor yang
sudah ada dan menambah atau membuat faktor-faktor yang belum
dilaksanakan.