Abstract :
PT. Citra Cipta Buana adalah perusahaan yang bergerak dibidang
industri furniture, produksi yang dihasilkan diantaranya kursi
model KM - 003. Sebagai perusahaan yang belum lama melakukan
produksi terdapat keterbatasan fasilitas peralatan dan mengalami
banyak hambatan dalam melaksanakan kegiatan produksinya.
Masalah yang dihadapi adalah masalah keterlambatan proses produksi
yang mengakibatkan pencapaian produksi selalu dibawah target yang
telah ditetapkan. Pada saat ini sesuai dengan pesanan yang ada,
PT. CCB menginginkan tercapainya target yang telah ditetapkan dan
adanya peningkatan efisiensi.
Pemecahan masalah yang diusulkan pada tugas sariana
ini,
sehubungan dengan masalah yang dihadapi perusahaan adalah penelaa
han kapasitas efektif lintasan untuk kemungkinan-kemungkinan
peningkatannya sesuai dengan target yang ingin dicapai, telaah
keekonomisasian jumlah tenaga kerja yang optimal dan perencanaan
keseimbangan lintasan untuk produk tersebut. Penelaahan kapasitas
lintasan produksi ini menyangkut : penelaahan terhadap waktu
operasi, penugasan kerja dan efisiensi kerja.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi diusulkan 3 ( tiga )
alternatif yang dapat dipilih, yaitu
:
1. Menurunkan cycle time dengan menambah jumlah tenaga kerja.
2. Menambah jam kerja lembur.
3. Memperbaiki dan meningkatkan metode kaseimbangan lintasan.
Dan untuk menetukan jumlah tenaga kerja yang optimal dipilih
berdasarkan ongkos total terkecil. Adapun peningkatan kapasitas
produksi dengan menambah jumlah tenaga kerja hanya dimungkinkan
untuk aktifitas yang menggunakan
tenaga manusia yang tidak
bergantung kepada mesin atau peralatan yang meiliki kapasitas
maksimum yang tetap.
Metoda Ranked Positional Weight dipilih sebagai metoda yang
dipergunakan untuk menyelesaikan masalah keseimbangan
lintasan
sesuai dengan kriteria yang dikehendaki yaitu
: meningkatkan
efisiensi kerja dengan meminimumkan cycle time sesuai dengan
umlah stasiun yang diharapkan serta mempertimbangkan kondisi yang
ada dipabrikasi. Metoda ini, untuk pertama kali diperkenalkan oleh
Hegelson dan Birnie.
Dari hasil penelaahan dan perhitungan yang telah dilakukan
diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Keterlambatan proses produksi dilintasan ini disebabkan oleh
karena pembagian kerja yang kurang merata. Hal ini sangat
menyulitkan dalam perencanaan dan pengendalian produksinya.
2. Sebelum dilakukan perbaikan keseimbangan lintasan akan terjadi
keterlambatan selama 661,495 am pertahun dengan efisiensi
keria sebesar 71,595 %.
3. Setelah dilakukan perbaikan keseimbangan lintasan terdapat
peningkatan efisiensi kerja sebesar 4,014 % atau mensalami
peningkatan kapasitas sebanyak 177 unit produk pertahun serta
akan menghemat biaya sebesar Rp.282.820,- pertahun dibanding
dengan alternatif penambahan jam kerja
lembur atau akan
menghemat Rp.2.088.267,- pertahun dibanding dengan alternatif
penambahan jumlah tenaga kerja.