Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Rohili, Rohili
Subject
620.004 6 Engineering Maintenance and Repair/Perawatan dan Pemeliharaan Teknik, Perbaikan dan Reparasi Teknik
Datestamp
2023-11-09 04:12:37
Abstract :
PT. Indomilk adalah salah satu perusahaan industri pengolahan susu di
Indonesia yang memiliki ragam produk seperti Susu Kental Manis (SKM), susu
Pasteurisasi dalam kemasan karton, susu cair, susu bubuk,susu steril, ice cream
hingga mentega dengan kapasitas produksi yang telah jauh meningkat. Dimana
dalam proses produksinya didukung dengan penggunaan tekologi yang canggih,
mesin-mesin yang digunakan memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Seiring
dengan hal itu kemampuan mesin-mesin tersebut terbatas sehingga pada suatu
saat akan mengalami kerusakan. Permasalahan yang dialami perusahaan,
khususnya bagian Maintenance saat ini adalah bagaimana waktu peng
gantian komponen yang dilakukan tidak mengganggu kelancaran produksi.
Penelitian ini bertujuannenentukan waktu penggantian komponen prioritas pad
mesin Filler dalam manajemen perawatan preveniif guna mem
Downtime berdasarkan interval wak
u penggantian.S
e
belum perhitungan total
Downtime, terlebih dalulu dilakukan analisa secara statistikal terhadap data
t
kerusakan yaitu dengan Uji Keseragaman Data (uji Kruskal Wallis), Distribusi
Frekuensi, Uji Kebaikan Suai (goodness of fit test) apckah data kerusakan
mengikuti distribusi tertentu, perhitungan keandalan dan laju kerusakan.
Dari hasil perhitungan terhadap 3 komponen prioritas (Bearing roller, Roller
piston, dan Shaft roller) dari mesin Filler I, II, & III didapatkan keseragaman
data H hitung < H tabel masing-masing secara berturut-turut yaitu -206,03 <
5,99, -30,47 < 5,99, & -43,25 < 5,99. Diketahui bahwa data waktu kerusakan
mengikuti distribusi Eksponensial, dimana X hitung < XX tabel. Dari Perhitungan
keandalam komponen dari masing-masing komponen prioritas > 92% ini berarti
kemampuan komponen cukup baik dan laju kerusakan komponen rata-rata adalah
untuk bearing roller pada mesmn filler I, filler II dan filler II adalah 0,001790,
0,001855, 0,001889, untuk roller piston masing-masing adalah 0,001605,
0,001984, 0,001831, untuk shaft roller adalah 0,002267, 0,001253 dan
0,0018168.
Penggantian preventif komponen Bearing roller pada mesin Filler sebaiknya
dilakukan pada interval waktu 8 hari dengan waktu pengganti@n pada 966 jam
operasi, untuk komponen roller piston dilakukan pada interval 6 hari dengan
waktu penggantian pada 727 jam operasi dan untuk komponen shaft roller
dilakukan pada interval waktu IO hari dengan waktu penggantian 1.202 jam
operasi. Dengan demikian harapan manajemen perusahaan untuk mengetahui
downtime minimumn dapat tercapai dan tentunya ada peningkatan kapasitas
produksi.