Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Urip, Prasojo
Subject
331.259 6 Worker Security/Keamanan Pekerja, Keselamatan Kerja, Jaminan untuk Tenaga Kerja
Datestamp
2023-11-09 04:25:22
Abstract :
Kemajuan teknologi pada PT X akan menyebabkan timbulnya kecelakaan
kerja beresiko tinggi. Perubahan skala kecepatan dan kedalaman pengoperasian
pabrik tersebut dengan sendirinya akan memperbesar resiko bahaya yang
terkandung dalam industri. Juga akan sangat mempengaruhi dan mendorong
peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja. Selain itu
potensi akibat dari suatu kejadian yang semakin besar. Dalam keadaan demikain
upaya penanganan resiko sehubungan dengan bahaya industri hams dikendalikan
sebaik mungkin. Keselamatan kerja didalam kegiatan industri, secara terpadu
yang mengacu dan bertitik tolak kepada keadaan dan perkembangan industri itu
sendiri. Untuk melangsungkan suatu kegiatan industri perusahaan, didalam
kegiatan industri atau perusahaan tujuan pemabangunan
industri untuk
mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya yang sedikit. Jika terjadi
kecelakaan kerja akan mempengaruhi pendapatan perusahaan tersebut.
Perusahaaan melakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan dengan
melakukan pengendalian.
Dalam proses produksi di PT X pada bagian welding, penelitian yang
dilakukan oleh penulis yang dilaksanakan pada bulan April 2001. Telah terjadi
kecelakaan kerja sebanyak 33 kali kejadian kecelak:aan dengan jumlah karyawan
174. Dengan angka frekuensi kecelakaan sebesar 1156,1 09 yang mempunyai arti
dalam 1.000.000 jam terjadi 1157 kejadian kecelakaan dan angka beratnya
kecelakaan kerja sebanyak 0,42 yang mempunyai arti 3.36 jam hilang setiap 1.000
jam. Dari basil analisa sebab kecelakaan kerja didapatkan kenyataan bahwa
penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja diakibatkan dari faktor-faktor
kesalahan manusia. Hal ini karena kurang memperhatikan faktor-faktor
keselamatan kerja terhadap dirinya dan lingkungan kerjanya. Faktor penyebab
kecelakaan kerja terhadap dirinya sendiri antara lain; kemampuan fisik yang
terbatas, kemampuan psiki sf mental yang terbatas, kurang pengetahuan, kurang
ketrampilan dan motivasi yang keliru. Juga didukung dengan faktor kerja antara
lain; Pengawasan kurang, pengamanan yang kurang, peralatan kurang, standar
kerja kurang, penyalahgunaan.
Setelah dilakukan evaluasi ternyata terjadinya kecelakaan kerja karena
kurang pengawasan dari pihak pimpinan bagian dalam hal ini manager sehingga
para operator bekerja tidak hati-hati dan tidak memperhatikan faktor keselamatan
kerja. Sehingga sering terjadi kecelakaan kerja untuk itu penulis mengusulkan
rancangan pengendalian kecelakaan kerja dengan melakukan inspeksi untuk
mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pelaksanaanya dilakukan tiap bulan sekali.
Inspeksi ini dilakukan bertujuan agar diharapkan mencapai zero accident yang
dilakukan secara bertahap dengan melakukan melihat penyebab terjadinya
kecelakaan kerja kemudian dianalisa agar dapat melihat melakukan tindakan
perbaikan/pencegahan dengan melakukan; memberikan motivasi kepada operator,
memberikan pengarahan agar pekerja dengan hati-hati, perbaikan mesin yang
dilakukan dengan rutin, antar kelompok kerja ada pembatas, pembahuran alat
pelindung diri jika perlu.