Abstract :
Penelitian yang dilakukan pada PT. Pupuk lskandar Muda (Persero),
Lhakseumanwe ini diarahkan untuk
menidentifikasikan tanda-tanda Gugus Kendali
Mutu (GKM) yang berhasil, dan menyelidiki keeratan hubungan antara tiap tanda dengan
GKM.
Hasil penelitian memudahkan organisasi dalam mengalokasikan sumber dayanya
dengan efisien, pada faktor-faktor yang telah terbukti erat hubungannya dengan GKM
yang berhasil.
Tiga kumpulan variabel penelitian, diperkirakan erat hubungannya dengan GKM
yang berhasil, yaitu : (a) dukungan organisasi; (b) faktor internal; dan (c) hasil
aktivitas. Ketiganya dituangkan dalam suatu rancangan kuesioner, yang diuji
kesahihannya, dengan memakai Analisa Item; dan keandalannya, dengan menggunakan
Alpha Cronbach. Pernyataan-pernyataan yang andal dan akurat, kemudian dipakai
sebagai materi kuesioner penelitian.
Kriteria penentuan tingkat keberhasilan suatu GKM
adalah : (a) Masa Aktif; (b)
Jumlah Pertemuan; (c) Tingkat Kehadiran Anggota; dan (d) Kesertaan pada Konensi
Perusahaan. Berdasarkan keempat variabel itu, seluruh sampel digolonggkan ke dalam
dua kelompok besar, yaitu GKM AKTIF
dan GKM BIASA.
Pengelompokkan
dilakukan dengan Analisa Klaster. Keluarannya dipakai sebagai masukan bagi Analisa
Diskriminan.
Kegiatan penelitian disusun melalui :
a) Penelusuran kepustakaan
b) Wawancara dengan pakar GKM
c) Wawancara dengan peserta GKM
Kuesioner di PT. Pupuk Iskandar Muda (Persero), disebarkan dengan bantuan
Badan Pelaksana GKM dan bagian TQC Diktat PT. Pupuk Iskandar Muda (Persero).
Dari sebanyak 117 kuesioner yang diedarkan, yang kembali ada 102 buah kuesioner, dan
dari jumlah tersebut sebanyak 93 yang sah dan dapat diolah. Jadi, sampel yang didapat
dari total populasi adalah sebanyak 65%, dan diperkirakan sudah dapatmewakili
populasi.
Rancangan kuesioner sampel dukungan organisasi tersebut, misalnya :
? Kepala Departemen/Biro meninjau kegiatan rutin GKM.
? (Disini, hasil pertanyaan, dimasukkan dalam TP, JR, SR, SL)
Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan buah variabel yang pengaruhnya
signifikan, dalam membedakan GKM AKTIF
dan GKM BIASA.
Berdasarkan bobot
diskriminan yang ddapat, terdapat empat variabel, yaitu : (a) daur kegiatan, (b) masa
aktif fasilitator, (c) penguasaan teknk kendali mutu, dan (d) kegiatan selingan pengurus
di luar pekerjaan, memberikan sumbangan yang besar, sebagai variabel penanda GKM
AKTIF. Empat variabel lainnya, yaitu : (a) pendidikan formal fasilitator, (b) dukungan
rekan satu gugus, ( c) produktifitas kerja, dan ( d) faktor keselamatan kerja, berfungsi
sebagai variabel peranda, yang memperkuat kemampuan prediksi diskriminan.