Abstract :
Onomatope merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam komunikasi, dan
hampir semua bahasa di dunia memiliki onomatope. Kemudian Onomatope pada
setiap bahasa memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung bahasa yang
sudah terdengar akrab di lingkungan masyarakat setempat. Dalam Penelitian ini
menganalisis persamaan dan perbedaan mengenai onomatope yang menyatakan
ragam tindakan manusia dalam bahasa Jepang dan bahasa Sunda. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apa saja onomatope yang menyatakan ragam tindakan
manusia dalam bahasa Jepang dan kecap anteuran dalam bahasa Sunda beserta
makna dan penggunaannya, lalu apa saja persamaan dan perbedaan dari keduanya.
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis
data deskriptif. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat lebih banyak
persamaan dari onomatope yang menyatakan ragam tindakan manusia dalam
bahasa Jepang dan kecap anteuran bahasa Sunda seperti adanya reduplikasi,
berfungsi sebagai kelas kata keterangan dan lain-lain. selain itu terdapat juga
perbedaan yang mencolok dari keduanya, yaitu jika dilihat dari aspek waktu,
onomatope bahasa Jepang lebih menekankan aspek kontinuatif, sedangkan kecap
anteuran bahasa Sunda lebih menekankan aspek inkoatif.