Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Muhammad Reza Ardhy, Falevi
Subject
658.4013 Control and Quality Management/Manajemen Kontrol dan Kualitas
Datestamp
2023-11-13 03:42:44
Abstract :
Produk cacat merupakan fenomena yang seringkali dijumpa di setiap
proses produksi. Begitu pula di PT. PERTAMINA yang bergerak di bidang
industri manufaktur, yang memproduksi pelumas ( oli) untuk mesin-mesin yang
diantaranya adalah oli Mesran Prima, menemui permasalahan yang sama, yaitu
produk cacat. Selama bulan Juli sampai dengan Agustus 2004, terdapat 1,4 %
produk cacat yang merupakan jenis cacat tidak peruh/ tidak maengisi dimana
produksinya sebanyak 100.000 Kilo liter (Ki) per bulan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasikan fktor-faktor yang
berpengaruh terhadap timbulnya cacat produk, yang merupakan cacat pada
kandungannya yang berkurang. Kandungannya terdiri dari : spesicif gravity,
viscosity kinematic, flash point, warna, viscosity index dan pour point. Faktor
faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya cacat produk pada kandungannya
perlu diidentifikasi agar dapat meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan
spesifikasi dari perusahaan dan tanpa cacat. Pelaksanaan peneiitian dilakukan
dengan menggunakan pendekatan prinsip-prinsip Six Sigma. Six Sigma
merupakan metode yang sistematis, ilmiah dan setiap keputuson didasorkan
kepada fakta dan bukti, agar mencapai kesempurnaan dengan mengendalikan
proses-proses yang terjadi.
Pengolahan data dilakukan menggunakan beberapa tools Six Sigma pada
masing-masing tahap DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control).
Dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah pemecahan dalam metode
Six Sigma pada tahap Define yaitu problem statement yang merupakan jenis
cacat; tahap Measure : menentukan CTO ( Critical To Quality ) proses produksi
dengan peta proses operasi, mengukur tingkat baselmne kerja ( DPMO ); Analyze
: diagram Fishbone, analisis kapabilitas proses produksi dengan peta np,
mengidentifikasi dan menguji CT@ dengan uji chi-square memakai software SPSS
V.]I; tahap Improve : penyusunan rancangan eksperimen. setting level faktor,
pelaksanaan eksperimen; Control : penyusunan prosedur pengendalian produksi.
Dari sejumlah faktor yang diidentifikasi, didapatkan faktor-fktor yang
berpengaruh terhadap karakteristik kualitas, yaitu suhu pemasakan dan waktu
proses pemasakan. Kualitas produk pelumas hasil produksi secara statistik tidak
dipengaruhi oleh faktor waktu pemasakan, hal ini ditunjukkan oleh nilai Fa =
4,75 > Fang 2,419. Begitu pula dengan interaksi suhu pemasakan dan waktu
pemasakan secara statistik tidak mempengaruhi proses produksi terhadap
kualitas produks pelumas, yaitu nilai Faet = 4,75 > Fun = 4,742. Kualitas
produk pelumas dipengarwhi oleh faktor Suhu pemasakan
,
yang nilai nilai Flat =
4,75 ? Fnng = 16,355. Untuk menghasilkan produk dengan cacat paling
minimal, maka setting level terbaik faktor-faktor tersebut adalah suhu proses
pemasakan 60"C dan waktu proses pemasakan yang paling baik 75 menit.
Setting level tersebut kemudian dapat direkomendasikan untuk perusahaan
yang merupakan sebuah usulan dari penulis untuk perusahaan.