Abstract :
Dalam era globalisasi, perkembangan perekonomian saat ini menujukkan
tingkat persaingan yang semakin ketat. Sehingga untuk tetap bertahan dalam
menghadapi tantangan-tantangan yang terus berkembang, setiap perusahaan
baik itu industri mamufaktur ataupun jasa harus berusaha melakukan peningkatan
mutu. Salah satu perhatian yang harus dicermati oleh perusahaan adaiah
mengenai pelaksanaan peningkatan
mutu
yang harus didukung dengan "strategi
mutu"
yang efisien dan efektif. Dalam hal ini strategi penerapan mutu itu adalah
bagaimana dapat menghemat waknu pemeriksaan dan biaya pemeriksaan tetapi
dapat menghasilkan suatu kualitas produk yang mampu bersaing.
mutu
adalah menentukan rancangan sampling
penerimaan untuk meminimasi biaya pemeriksaan melalui tahapan membut
diagram pareto, peta kendali, menenukan jumlah sampel, menentukan nilai rata
rata pemeriksaan total (ATI) dan kemudian menghitung biaya pemeriksaan
dengan pendekatan model ongkas ta:a! pemerisaan sera menggunakan samplig
penerimaan atribut berdasarkan tabel AQL (Acceptable Quality Level) dan
Dodge-Romig dengan penarikan sampel tunggal dan rangkap dua.
Yang dimaksud sirategi
Dari hasil analisa yang dilakukan
di
dapat rancangan sampling penerimaan yang
mampu meminimumkan biaya pemeriksaan adalah Rancangan Sampling
Penerimaan Tunggal A@L. yakni di dapat berdasarkan diagram Pareto niiai
cacat terbesar adalah jenis body penyok, berdasarkan peta kendali di dapat niiai
rata-rata proses sebesar 25,5%, berdasarkan nilai ATI yang terkecil sebesar
90,54 pada rata-rata proses 2.5% dan nilai ATI pada proses 25,5% didapat
sebesar 300,72, sertc dapat meminimumkan biaya rata-rata pemeriksaan sebesar
2,9% dari biaya sebelhumnya. Sera
memurunkan juga total biaya dari biaya
sebelumnya sebesar 2,854%.
Dengan demikian perusahaan dapat menerapkan metode sampling penerimaan
tunggal berdasarkan atribut dengan menggunakan
tabel AQL karena metode
tersebut yang paling optimal berdasarkan analisa data yang dilakukan.