Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Iip Ahmad, Syarip
Subject
620.004 6 Engineering Maintenance and Repair/Perawatan dan Pemeliharaan Teknik, Perbaikan dan Reparasi Teknik
Datestamp
2023-11-17 04:02:01
Abstract :
Dalam hal perawatan dan perbaikan kendaraan peralatan masih manual
dalam penggantian dispad fortuner, Mekanik sering mengeluhkan nyeri beberapa
bagian tubuh. Hal tersebut memiliki resiko Musculoskeletal Disorder (MSD). Makai
dari hal itu menjadi fokus peneliti untuk menganalisa dan Meminimalkan keluhan
iyang dirasakan oleh mekanik.
Dalam riset ini, Memakai Kuesioner Nordic Body Map buat mengenali bagian
badan yang dikeluhkan oleh mekanik. Selanjutnya dihitung bentuk badan
pengerjaannya memakai tata cara Rapid Entire Body Assesment (REBA) buat
mengenali tingkatan risikonya serta memakai anthropometri buat mengukur
ukuran badan mekanik kemudian mengambil persentil selaku acuan buat
rancangan perlengkapan bantu penggantian dispad fortuner.
Bersumber pada hasil analisis kuesioner nordic body map penggantian
dispad fortuner, dikenal keluhan terbanyak yang dikeluhkan mekanik ialah proses
pengepresan piston rem fortuner dengan bagian badan atas leher, dasar leher,
pinggang, kiri siku, kanan siku, pergelangan tangan kiri, pergelangan tangan
kanan, tangan kiri, tangan kanan, kiri atas lengan kanan atas lengan, kiri bahu,
kanan bahu. Setelah itu proses tersebut, dicoba pengukuran bentuk badan
mengggunakan tata cara Rapid Entire Body Assesment (REBA) hingga diperoleh
nilai REBA 9, nilai tersebut mengindikasikan kalau proses tersebut mempunyai
tingkat resiko besar serta butuh memerlukan lekas aksi Revisi Setelah itu periset
menganjurkan rancangan desain perlengkapan bantu buat meminimalkan keluhan
yang dialami mekanik dengan besar tiang penyanggah 105,78 centimeter panjang
kaki tiang penyanggah 64,80 centimeter Informasi rancangan perlengkapan bantu
memakai persentile 95 buat besar peyanggah serta buat kaki penyanggah
memakai persentile 5 Setelah itu rancangan tersebut disimulasikan kembali
mengggunakan tata cara Rapid Entire Body Assesment (REBA) hingga diperoleh
nilai REBA 1, Hingga proses tersebut tidak butuh aksi perbaikan