Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Andi, Laksono
Subject
620.004 6 Engineering Maintenance and Repair/Perawatan dan Pemeliharaan Teknik, Perbaikan dan Reparasi Teknik
Datestamp
2024-01-02 07:08:43
Abstract :
SBU Prima Beton memiliki permasalahan pada mesin pencampur beton
atau disebut mesin mixing concrete pada batching plant 1 dengan tingkat
kerusakan 42% yang mengakibatkan terdapatnya kegagalan pada mesin.
Kerusakan tersebut dapat di analisis dengan menggunakan metode overall
equipment effectiveness. Overall equipment effectiveness digunakan untuk
menentukan tingkat kehandalan mesin apakah masih layak untuk digunakan oleh
perusahan untuk melakukan produksi. Overall equipment effectiveness memiliki
standar nilai 85% sebagai standar mesin layak digunakan. Setelah didapatkan nilai
overall equipment effectiveness dilakukan penghitung six big losses untuk
menetukan losses dominan mesin.
Melakukan perhitungan nilai overall equipment effectiveness dimulai dari
mencari nilai availability, performance,dan quality. Setelah didapatkan nilai
availability, performance,dan quality rate, lalu nilai tersebut dijumlahkan untuk
mendapatkan hasil dari overall equipment effectiveness apakah nilai tersebut
diatas standar nilai yaitu 85% atau tidak. Jika nilai tersebut dibawah 85%,
dilakukan penghitungan six big losses untuk menentukan losses dominan.
Dari perhitungan overall equipment effectiveness didapatkan nilai rata ?
rata overall equipment effectiveness 64,42% pada mesin mixing concrete batching
plant 1 SBU Prima Beton. Nilai tersebut dibawah nilai standar overall equipment
effectiveness 85%, nilai tersebut di pengaruhi oleh nilai six big losses yaitu reduce
speed losses sebesar 54% dengan total nilai 124818 menit, menyebabkan
lamanya waktu siklus aktual mesin.