Abstract :
Pembudidayaan ikan lele berkembang seiring dengan inovasi dan
kebutuhan peternak ikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi budidaya.
Kolam ikan lele memerlukan perawatan intensif seperti pengaturan suhu dan pH air
serta pemberian pakan teratur. Di Depot Sugih Lele, sebuah usaha UMKM di
Brebes, Jawa Tengah, terdapat permasalahan kualitas air yang buruk, yang
berdampak pada kualitas ikan lele yang kurang baik dan tingginya tingkat kematian
ikan. Selain itu, pemberian pakan juga harus diatur sesuai dengan frekuensi yang
dibutuhkan oleh ikan. Jika pemberian pakan berlebihan, ikan dapat menjadi sakit
atau bahkan mati. Suhu air ideal untuk pertumbuhan ikan lele di Depot Sugih Lele
adalah antara 25-30°C, dengan pH air yang sehat antara 6,0-8,0. Untuk mengatasi
permasalahan ini, penelitian dilakukan dengan merancang sistem pengendalian dan
monitoring kolam ikan lele menggunakan aplikasi Blynk. Sensor suhu DS18B20
dan sensor pH digunakan untuk menguji kualitas air dengan mengambil sampel dari
air sumur dan air PDAM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi suhu air
sumur lebih baik daripada air PDAM, sedangkan pH air PDAM lebih baik daripada
air sumur. penjadwalan pemberian pakan dilakukan secara otomatis menggunakan
RTC 3231 dan motor servo. Pemberian pakan secara otomatis 3 kali sehari
membantu mencegah pemberian pakan yang kurang atau berlebihan, sehingga
kondisi kolam ikan menjadi baik dan kesehatan ikan terjaga dengan baik. Dengan
adanya sistem ini, Depot Sugih Lele dapat meningkatkan efisiensi dalam budidaya
ikan lele dan mengoptimalkan hasil panen.