Abstract :
Dunia teknologi semakin berkembang sampai saat ini, semakin banyak inovasi dan
alat yang dibuat untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia. Akibat dari
berkembangnya dunia teknologi itu menyebabkan semakin tinggi tingkat
kriminalitas yang terjadi. Dalam mencegah terjadinya kriminalitas ini adalah
dengan adanya access control. Access control merupakan solusi yang baik guna
mengontrol dan mengendalikan seseorang yang diperbolehkan memasuki suatu
ruangan. Permasalahan pada SMA Muhammadiyah 9 Kota Bekasi adalah terjadi
kerusakan dan kehilangan asset di dalam ruangan laboratorium komputer yang
terjadi karena banyak orang yang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam
laboratorium tersebut dan menggunakan asset di dalamnya. Solusi yang tepat dan
baik untuk mengatasi permasalahan yang terjadi adalah dengan mengakses ruangan
menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) yang berfungsi sebagai alat
pengenal diri untuk mengakses ruangan tersebut. Sistem untuk mencegah orang
yang masuk ruangan secara paksa adalah dengan menerapkan 2 sensor, yaitu sensor
gerak (Sensor PIR) dan sensor magnetic switch untuk memberikan output berupa
suara dan pesan notifikasi ke aplikasi telegram. Hasil dari penelitian ini untuk PIR
Sensor dapat mendeteksi adanya gerakan manusia dengan rentang jarak 1-10 cm
antara jarak pintu dengan tembok. Kemudian untuk Magnetic Switch Sensor dapat
mendeteksi pintu terbuka dengan rentang jarak 3-16 cm. Serta untuk tingkat akurasi
RFID Sensor mendeteksi access card sebesar 2 detik, dan untuk non access card
sebesar 1 detik.