Abstract :
Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, banyak sistem keamanan
yang dibuat. Salah satunya adalah untuk menjaga keamanan ruangan dari bahaya
kebakaran. Permasalahan yang terjadi pada SMK Negeri 13 Kota Bekasi adalah
saat ini belum tersedia sistem keamanan kebakaran yang memadai untuk
mendeteksi adanya kemungkinan terjadinya kebakaran. Peluang terjadinya resiko
kebakaran tersebut karena lemahnya sistem keamanan kebakaran diruang
laboratorium komputer. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keamanan dan
mengurangi risiko kebakaran, maka dibutuhkan sebuah sistem keamanan yang
dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya kebakaran dengan menggunakan 3 buah
Sensor, yaitu Sensor Suhu DHT-11 yang berfungsi untuk mendeteksi peningkatan
suhu diruang laboratorium komputer dengan output berupa kipas DC dan pesan
notifikasi Telegram. Lalu Flame Sensor untuk mendeteksi ketika adanya api yang
muncul didalam ruangan laboratorium komputer dengan output berupa pompa air
dan pesan notifikasi Telegram. Kemudian yang terakhir adalah Sensor Asap MQ-2
untuk mendeteksi adanya asap didalam ruangan laboratorium komputer dengan
output berupa buzzer dan pesan notifikasi Telegram. Metode pengembangan sistem
yang diterapkan adalah Prototype Model. Hasil dari penelitian ini untuk Sensor
DHT-11 mampu mendeteksi peningkatan suhu, ketika suhu lebih besar dari 28°C,
kipas akan diaktifkan untuk mendinginkan ruangan. Lalu untuk Sensor MQ-2
mampu mendeteksi peningkatan nilai ppm (parts per million), ketika asap lebih
besar dari 100ppm, buzzer akan diaktifkan. Kemudian untuk Flame Sensor mampu
mendeteksi api dengan rentang jarak 1 cm hingga 10 cm. Ketika api terdeteksi maka
akan mengaktifkan pompa air untuk memadamkan api.