Abstract :
Perkembangan industri di Indonesia sudah sangat meluas dan sangat maju
dengan moderenisasi yang di lakukan di setiap zamannya dengan seiiring ketatnya
pesaingan persaingan yang di lakukan sesama industri manufacturing menuntut pihak
perusahaan untuk berpikir maju. Masalah kualitas yang terjadi terdapat beberapa jenis
reject adalah wheel belakang yang tidak stabil dengan jumlah cacat mencapai 363, Ulir
Assy Caliper Rusak 281, dan Dick Break tidak Center 319. pada proses produksi
pembuatan sepeda motor matic di PT.X factor-faktor yang memperngaruhi terjadinya cacat
tersebut. Factor material,manusia,mesin dan metode menjadi penyebab utama terjadinya
cacat wheel belakang tidak stabil. Six sigma adalah konsep statistik yang mengukur suatu
proses yang berkaitan dengan cacat pada level enam (six) sigma yaitu hanya ada 3,4 cacat
dari sejuta peluang. Hasil dari pengolahan data dalam pengendalian kualitas assy Wheel
dan Assy Sub Engine produk motor matic pada assembly unit area sub line adalah wheel
belakang tidak stabil dengan presentase defect 38% dengan jumlah defect 363, ulir assy
caliper rusak dengan presentase 29% dengan jumlah defect presentase 281, disk break
tidak center dengan presentase 33% dengan jumlah defect 319. Dari hasil jumlah defect
di dapat hasil perhitungan DPU 0,0256, TOP 144,360, DPO 0,00842, DPMO 8422,9, dan
nilai sigma sebesar 3,90 Pemberian usulan terhadap perusahaan Memperhatikan factorfaktor
penyebab
terjadinya
dan
memperhatikan
kualiatas
pada
produk
yang
di
buat
.Nilai
six
sigma yang di dapat bisa di tingkatkan dengan memperkecil jumlah defect pada
Assembly Unit area sub line.