Abstract :
Proses permesinan frais (milling) dalam ruang lingkup industri merupakan
salah satu proses yang bertujuan untuk pemotongan berbagai jenis logam
maupun non logam. Pada tahap permesinan ini, disamping membuat suatu
produk dengan dimensi yang sesuai diperlukan juga suatu visual produk yang
bagus dan berkualitas. Salah satu peranan penting dalam visual dan kualitas
produk permesinan yaitu tingkat kekasaran produk tersebut. Tentunya kekasaran
permukaan ini dipengaruhi oleh parameter mesin yang digunakan, Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk: (1) megetahui kontribusi dari parameter-parameter yang
dipakai yaitu spindle speed, feed rate, dan depth of cut pada proses pembuatan
salah satu part jig crankshaft K56-L. (2) Menentukan kombinasi level yang terbaik
dari parameter yang akan menghasilkan respon yang paling baik pada saat
proses permesinan, sehingga tercapai produk yang paling minim kekasaran.
Proses machining menggunakan mesin CNC Milling dengan kapasitas
meja 900x600 mm, yang dilaksanakan di kampus universitas Darma Persada di
ruangan Lab CNC. Pengukuran kekasaran dilakukan di PT SGI di kawasan
MM2100. Hasil pengukuran kekasaran tersebut akan diolah dengan metode
Taguchi dengan salah satu software statistik yaitu minitab 18 untuk mengetahui
karakteristik dari setiap parameter yang dipakai. Hasil dari analisa yang dilakukan
terhadap proses permesinan CNC Milling dengan menggunakan material
alluminium alloy sebagai berikut:
Data pengaruh yang dihasilkan dengan perhitungan minitab 18 yaitu,
spindle speed berpengaruh sebesar 34.80 %, feed rate berpengaruh sebesar
34.29 %, sedangkan depth of cut berpengaruh sebesar 20.42 %. Kombinasi dari
percobaan yang dilakukan dengan menghasilkan kekasaran yang paling
optimum adalah dengan kombinasi faktor spindle speed 5000 rpm (faktor A level
3), feed rate sebesar 500 mm/menit (faktor B level 1), dan depth of cut sebesar
0.1 mm (faktor C level 1) dengan memperoleh kekasaran 6.454 µm.