Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Natasyah, Dewanti
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2023-12-30 03:02:00
Abstract :
Indonesia merupakan negara maritim dengan kekayaan alam yang melimpah
yang menyebabkan timbulnya kegiatan ekplorasi minyak dan gas dibeberapa titik
di Laut Natuna. Kegiatan ekplorasi cadangan minyak didukung dengan pendirian
beberapa platform Offshore dan suatu struktur apung yang bersifat mobile untuk
menampung hasil eksplorasi dengan salah satu struktur yang digunakan yaitu
FPSO. Salah satu sistem tambat yang sering digunakan kapal FPSO adalah Spread
Mooring System yang dapat diaplikasikan dengan menentukan posisi antara kapal
FPSO,sumur minyak, shuttle tanker dan supply vessel terlebih dahulu, untuk
nantinya digunakan dalam penentuan jalur penyebaran mooring tanpa mengganggu
jalur untuk kegiatan loading maupun offloading. Spread Mooring System dinilai
sebagai sistem tambat paling sederhana pada penggunaan FPSO dikarenakan tidak
memungkinkannya kapal FPSO dapat berputar atau jikapun kapal bergerak yang
disebabkan oleh efek lingkungan (gelombang,arus dan angin) maka
kemungkinannya yang relatif kecil tetapi dalam hal ini menyebakan beban
lingkungan menjadi besar. Metode yang akan digunakan dalam hal ini adalah
dengan metode perhitungan Jonswap dengan tipe analisa Times Domain serta
beberapa rules ABS dan DNV mengenai standar dari mooring dan anchor.
Perhitungan Jonswap sendiri digunakan untuk mengetahui hal terkait dengan
bagaimana respon mooring dengan kapal FPSO terhadap faktor lingkungan yang
nantinya akan dianalisa menggunakan software Ansys dengan membuat pemodelan
kapal FPSO, yang selanjutnya didapatkan hasil berupa gerak kapal FPSO terhadap
lingkungan, tegangan dan renggangan anchor, berat anchor serta jumlah ,posisi,dan
derajat mooring yang diukur dari center line kapal dengan parameter nilai beban
lingkungan yang paling rendah. Berdasarkan hasil analisa penggunaan anchor pada
spread mooring dengan bantuan Software Maxsurf dan Ansys maka didapatkan
hasil anchor yang digunakan adalah 8 anchor dengan panjang mooring 300m per
mooring dan dengan tegangan maksimal bernilai 5,962x10
5
N serta memiliki nilai
factor lingkungan yang besar tetapi dapat mengkoordinasi penggunaan spread
mooring pada FPSO Surya Putra Jaya.