Abstract :
Rumah Joglo mempunyai nilai budaya Jawa dalam membangun bangunan. Begitu
pula dalam budaya Tionghoa menggunakan fengshui sebagai dasar penerapan
membangun suatu bangunan. Dua hal ini adalah nilai yang terkait erat dengan
tempat tinggal. Terdapat banyak cara untuk membuat rumah hunian yang ideal,
salah satunya adalah menggunakan prinsip-prinsip fengshui. Sebuah rumah yang
menerapkan kedua prinsip bentuk aliran bentuk fengshui dan nilai budaya Jawa
adalah Bapak Budi Hastanto terletak di Jl. Tentara Pelajar, Boyolali. Penelitian ini
bertujuan untuk membandingkan dasar dari teori fengshui dan budaya jawa yaitu
rumah joglo. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dan deskriptif dengan
alasan bahwa ini dapat memberikan gambaran secara mendetail tentang latar
belakang yang dimulai dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan
observasi. Sehingga dapat diketahui bahwa ternyata nilai yang diterapkan dalam
filosofi Jawa dalam membangun suatu ruang dalam bangunan juga mempunyai
beberapa kesamaan nilai dalam budaya Tiongkok yang menggunakan fengshui dan
merupakan dasar dari yin yang (sacred profane).