Abstract :
Perkembangan pada perusahaan sudah banyak sekali terjadi
khususnya perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur. Dengan
kejadian belakangan ini seperti pada saat pandemi covid-19 menyebabkan
fluktuasi permintaan sehingga PT.XYZ sering terjadi kelebihan dan kekurangan
stok penyimpanan. Fluktuasi permintaan juga dapat menyebabkan distorsi
informasi yang mengakibatkan kenaikan variabel permintaan pada setiap
bagian supply chain atau bisa disebut bullwhip effect. Oleh karena itu perlu
mengetahui seberapa pengaruh bullwhip effect dalam sebuah rantai pasok
untuk menciptakan sebuah supply chain yang baik.
Ada beberapa cara untuk mengetahui seberapa pengaruhnya bullwhip
effect dalam sebuah rantai pasok dan pada penelitan ini menggunakan metode
simulasi sistem dinamis dengan menggunakan perangkat lunak powersim
studio 10. Langkah yang harus dilakukan dalam simulasi sistem dinamic adalah
dengan menentukan variabel yang akan digunakan, membentukan model,
memasukan formulasi model, melakukan pengujian model dan langkah
selanjutnya menarik kesimpulan dari simulasi yang sudah dilakukan
Metode simulasi sistem dinamis dapat menggambarkan suatu sistem
dengan baik bukan hanya itu dengan simulasi sistem dinamis dapat melakukan
peramalan sehingga dapat mengetahui jika terjadinya bullwhip effect dalam
suatu rantai pasok dengan itu dapat mengetahui hal yang harus dilakukan untuk
mengurangi terjadinya bullwhip effect.
Hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi powersim
studio 10 bullwhip effect dapat terjadi karena faktor gap informasi terhadap
permintaan mulai dari retailer, distributor dan faktory. Gap informasi terjadi
akibat adanya mark-up permintaan, sebesar oleh retailer kepada distributor
sebesar 13%, mark up permintaan oleh distributor ke factory 8% dan berakibat
jumlah produksi meningkat sebesar 11%. Dari hasil simulasi sistem dinamic
yang sudah dilakukan, rantai pasok sangat dipengaruhi oleh bullwhip effect.