Abstract :
Penelitian ini membahas mengenai festival asal negara Jepang yang bernama
Festival Budaya Nakizumo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sejarah
mengenai Festival Budaya Nakizumo dan dampak yang ditimbulkan terhadap
kesehatan mental anak bayi serta kepercayaan masyarakat Jepang. Metode yang
digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Festival Budaya Nakizumo sudah ada sejak 400 tahun lamanya. Dampak dari
Festival Budaya Nakizumo berupa dampak terhadap kesehatan mental bayi. Dalam
Festival Budaya Nakizumo para bayi ditakut-takuti oleh seorang pesumo yang
berbadan besar sampai mereka menangis dengan suara yang kencang yang
bertujuan sebagai pengusiran roh-roh jahat dan kebaikan tumbuh kembang bayi.
Akan tetapi hal tersebut sangatlah bertentangan dengan cara menjaga kesehatan
mental bayi karena tata cara Festival Budaya Nakizumo dengan seorang pesumo
yang berbadan besar menakuti bayi sampai bayi tersebut menangis dengan suara
yang kencang tersebut membuat seorang bayi menjadi trauma dengan melihat
seorang yang berbadan besar. Oleh karena hal tersebut Festival Budaya Nakizumo
berpotensi membuat kesehatan mental seorang bayi menjadi terganggu. Selain
dampak terhadap kesehatan mental bayi, Nakizumo juga memiliki dampak terhadap
kepercayaan masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang
percaya akan hal-hal mistis serta taat akan kepercayaan Shinto yang merupakan asal
dari Festival Budaya Nakizumo. Meskipun kini negara Jepang merupakan negara
maju dan modern, masyarakatnya tidak pernah kehilangan tradisi dan
kebudayaannya. Mereka sangat menjunjung tinggi nilai moral dan ajaran nenek
moyangnya, dan melestarikannya secara turun menurun. Walaupun mereka
dipandang oleh mayarakat asing sebagai masyarakat yang tidak beragama namun
kenyataannya msyarakat Jepang sangat taat kepada kepercayaan Shinto dan selalu
menjaganya dengan baik.