Abstract :
Tingkat kepuasan individu sebagai pelanggan ditentukan oleh
seberapa baik hasil aktual dibandingkan dengan harapannya. Kualitas
layanan mengacu pada upaya yang dilakukan dan hasil yang dicapai dalam
memenuhi kebutuhan klien. Selain itu, seiring dengan pertumbuhan dunia
industri, dunia usaha harus lebih fokus pada kualitas layanan yang mereka
berikan kepada kliennya.
Pengukuran kepuasan pelanggan menggunakan metode IPA
(Importance Performance Analysis) sebagai alat untuk mengetahui nilai gap
dan prioritas di masa depan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan
kuisioner kepada 50 responden untuk memutuskan tingkat asumsi dan
pemenuhan klien dengan lima aspek bantuan, khususnya efek,
ketergantungan, daya tanggap, penegasan, dan kasih sayang.
Hasil pengolahan data nilai ekspetasi responden dimensi
tangibles(3,75), reliability(3,82), responsiveness(3,71), assurance(3,79)
dan emphaty(3,72). Sedangkan nilai persepsi responden dimensi
tangibles(3,74), reliability(3,69), responsiveness(3,82), assurance(3,67),
emphaty(3,66). Nilai gap dimensi tangibles(-0,01), reliability(-0,013),
responsiveness(0,11), assurance(-0,012), emphaty(-0,06). Prioritas
perbaikan berada di kuadran I yang terdiri dari 6 butir di dalamnya.