Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran glorifikasi nuklir, kritik
penyair terkait isu-isu energi nuklir, serta kondisi kecelakaan nuklir Fukushima
Daiichi 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif
analisis bersumber pada data utama teks puisi Wansa Wansa To karya Arai Takako,
serta studi pustaka sebagai data pendukung. Dalam menganalisis penulis
menggunakan teori semiotika Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan
hermeneutik berupa ketidakberlangsungan ekspresi (penggantian arti,
penyimpangan arti, dan penciptaan arti). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)
Penggambaran glrorifikasi nuklir melalui karakter Atomu dalam serial Astro Boy
merupakan penggantian arti berupa kata yang secara tidak langsung memiliki
maksud yang saling berkaitan (metanomi). Kegaguman dan kecintaan Masyarakat
pada karakter Atomu secara tidak langsung mendukung penggunaan energi nuklir;
2) Kritik terhadap isu-isu penggunaan energi nuklir juga digambarkan melalui
karakter Atomu dalam serial Astro Boy. Karakter Atomu digunakan sebagai alat
sosialisai penggunaan energi atom atas nama perdamaian; 3) Penggambaran kondisi
kecelakaan nuklir Fukushima melalui karakter Atomu dalam serial Astro Boy
merupakan penggantian arti berupa metanomi dan penyimpangan arti berupa
ambiguitas pada sebuah kata atau kalimat sehingga bermakna ganda. Penyair
menggambarkan kondisi kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi melalui karakter
Atomu sebagai pengganti lima puluh empat reaktor nuklir yang berlokasi di seluruh
Jepang.