Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Khairul, Imam
Subject
623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut
Datestamp
2024-02-16 04:03:54
Abstract :
Dalam pembangunan kapal pemlihan material tidak luput dari hal yang
harus diperhatikan guna mendapatkan ketahanan yang lebih kuat dan mengurangi
kerusakan. Dalam hal ini korosi merupakan hal yang umum terjadi pada bagian
bagian dikapal terutama perpipaan. Pada saat pipa terkorosi proses perbaikan perlu
dilakukan agar sistem pada bagian yang terkorosi dapat tetap beroperasi kembali.
Dalam studi ini dilakukan pembahasan mengenai corrosion rate pada material baja
galvanis berupa pipa pasca pengelasan SMAW dengan metode perendaman larutan
NaCl, variasi elektroda las, lama perendaman, kecepatan aliran. Perhitungan laj
ukorosi yang diguanakan berdasarkan metode weight loss ASTM-G1-72.
Masingmasing spesimen uji coba akan dibandingkan tingkat laju korosinya untuk
mendapatkan variasi elektroda mana dengan laju korosi terendah. Dari percobaan
rendam didapatkan hasil korosi yang terjadi untuk pipa baja galvanis pada
rendaman kadar NaCl 15% dengan laju aliran 0,3m/h dan variasi elektroda E7015,
E7016, dan E7018 dan direndam selama masa waktu 720 jam didapatkan hasil
masing-masing Elektroda E7015 dengan laju korosi 0,988, E7016 dengan laju
korosi 1,515, E7018 dengan laju korosi 0,472. Kesimpulan dalam penelitian ini
Variasi elektroda yang dipakai dalam pengelasan pipa baja galvanis dengan metode
pengelasan SMAW dengan tingkat laju korosi terendah adalah E7018 dengan laju
korosi 0,472. Jadi dalam pengelasan pipa baja galvanis untuk pengelasan SMAW
baiknya menggunakan elektroda E7018.