Abstract :
Dewasa ini banyak lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan sumber daya manusia, sehingga menyebabkan semakin bertambahnya angka pengangguran yang ada di Indonesia. Namun, seiring dengan berjalanya waktu hadir PT. Go-Jek Indonesia yang memberikan lapangan pekerjaan dengan menjadikan sumber daya manusia tersebut menjadi mitra atau pengendara PT. Go-Jek Indonesia. Menjadi pengendara PT. Go-Jek Indonesia memiliki target untuk mencapai bonus harian yang didapat dan menjaga performa yang ada di aplikasi pengendara, hal ini menjadikan para pengendara memiliki burnout dan beban kerja yang cukup tinggi, namun demikian pengendara PT. Go-Jek Indonesia tetap memiliki komitmen terhadap organisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara burnout dan beban kerja terhadap komitmen organisasi pengendara PT. Go-Jek Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling kuota. Sampel pada penelitian ini sebanyak 217 pengendara PT. Go-Jek Indonesia yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan telah lama bekerja di PT. Go-Jek Indonesia selama 1 tahun lebih. Hasil analisis data menunjukan regresi sebesar r2 = 45,3%. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis di terima dan terdapat pengaruh antara burnout dan beban kerja terhadap komitmen organisasi pengendara PT. Go-Jek Indonesia.