Abstract :
Novel ini menceritakan tentang seorang wanita tua berusia 67 tahun bernama Caro Spencer yang ditempatkan di panti jompo oleh kakaknya, John Spencer. Ia ditempatkan di panti jompo karena serangan jantung yang pernah dialaminya.Caro tidak suka tinggal di panti jompo karena menurtnya, rumah jompo adalah tempat dimana orang-orang tua dibuang oleh keluarga maupun kerabatnya. Di tempat itu ia merasa tidak berguna, kesepian, merasa terbuang dan tidak dicintai, menurutnya, mereka semua yang ada di panti jompo itu hanya tinggal menunggu kematian datang, kematian yang tidak bisa dihindari. Yang paling Caro takutkan
adalah menjadi pikun dan melupakan ha1-hal yang pemah ia alami. Sehingga di panti jompo itu, ia menulis sebuah jumal yang bisa ia baca bila suatu hari ia menjadi pikun. Pengurus panti jompo itu bemama Harriet yang dibantu oleh anak
perempuannya bernama Rose. Caro
sudah tidak menyukainya, apalagi setelah ia tinggal di panti jompo itu dan melihat perlakuan Harriet kapada orang tua yang ada di panti jompo itu, menurut Caro, Harriet memperlakukan mereka secara semena-mena dan tidak merawat mereka dengan baik. Selain itu, sikap Harriet terhadap Caro selalu sinis karena Caro selalu menentangnya. Ketika Harriet melakukan perjalanan bersama kekasihnya, ia digantikan oleh Anna Close untuk mengerjakan tugasnya mengurus para orang tua di tempat itu. nna adalah seorang
wanita yang memiliki wajah cantik, sikapnya baik dan ramah. Sikap Anna telah
membuat Caro bahagia dan Caro merasa jatuh cinta kepada Anna. Setelah dua
minggu berlalu, Harriet kembali dari perjalanannya dan melakukan tugas yang
selama ini digantikan oleh Anna. Setelah Anna tidak lagi bekerja di
tempat itu,
Caro merasa sedih. Akhimnya Caro memberan:ikan diri untuk menulis surat
kepada Anna tentang perasaan yang ia rasakan terhadap Anna selama ini. Namun
surat itu dibaca oleh Harriet, setelah Harriet membaca surat itu, ia memaki Caro
dan mengatakan bahwa Caro adalah wanita tua berpikiran kotor, mendengar hal
itu Caro makin membenci Harriet. Caro berencana untuk membakar panti jompo itu, menurutnya mati dalam kebakaran akan lebih baik daripada mati karena usia tua dan pikun. Namun rencana Caro diketahui oleh Harriet sehinga Caro dikunci di kamamnya, namun Caro memiliki alat-alat yang diperlukan untuk membakar tempat itu dan melaksanakan niatnya itu.