Abstract :
Remanufaktur merupakan suatu proses daur ulang produk cacat yang tidak
terpakai ataupun rusak untuk diperbaiki kemudian diperbarui agar produk tersebut
memiliki nilainya kembali ke kondisi yang sama atau bahkan lebih baik. Dalam
penelitian ini, obyek yang diamati yaitu produk spion yang salah satunya di produksi
oleh pabrik injection plastik di Cikarang. Masalah yang dihadapi ialah mengenai
efektivitas produksi yang dipengaruhi oleh Availability, Performance, & Quality yang
tidak tercapai sehingga menyebabkan kerugian, diantaranya terbuang material serta
hilangnya kesempatan mendapatkan profit. Maka dari itu dilakukan proses
remanufaktur pada produk spion yang cacat untuk meningkatkan efektivitas proses
produksi yang diukur dengan OEE. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
metode antrian dengan model antrian single chanel multiphase. Hasil model antrian
single channel multiphase hasil rata-rata waktu pelayanan produk 0.74 detik, rata-rata
distribusi pelayanan 81 pelayanan, periode sibuk 0.0091, jumlah rata-rata produk
dalam antrian 0.22, Jumlah rata-rata produk dalam sistem 0.11 dan Waktu menunggu
rata-rata dalam sistem 0.0124. OEE pada model existing dan model usulan yang
diketahui nilai Availability pada model yang ada 97.90 %, Performance 74.90 %,
Quality 60.60 % nilai OEE 44.44 % dan model usulan dengan nilai Availability 92.00 %,
Performance 94.20 %, Quality 76.92%, nilai OEE 66.66 %.Hasil model antrian dari
produksi yang dihasilkan pada model eksisting dengan hasil out put rata-rata 66, model
usulan rata-rata 78 output, pada waktu pelayanan rata-rata eksisting 5.3268 dan
usulan 4.1590 jadi lebih kecil usulan , pada waktu injeksi rata-rata eksisting 5.3153 dan
usulan dengan rata-rata 4.1579, pada waktu pemanasan dengan rata-rata eksisting
5.3214 dan usulan rata-rata 4.1580. Pada pengeluaran produk dari molding untuk ratarata
eksisting 5.2777 dan usulan rata-rata 4.1337 serta pada number busy eksisting
dan usulan sama dengan rata-rata 1.0000.