DETAIL DOCUMENT
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA KUE TRADISIONAL JEPANG WAGASHI DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Total View This Week0
Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Santi Rahmawati, Wulansari
Subject
401.41 Semiotics 
Datestamp
2024-06-12 02:09:29 
Abstract :
Wagashi merupakan makanan manis tradisional Jepang yang memiliki bentuk dan jenis yang beragam. Ada jenis wagashi yang dapat dihidangkan sepanjang tahun dan pada musim tertentu saja. Pada wagashi yang dihidangkan pada musim tertentu, sering kali menggunakan bahan dasar yang sama tetapi memiliki visual yang berbeda sebagai bentuk representasi dari objek-objek yang ada pada musim tersebut. Salah satu contoh dari wagashi yang dapat muncul di berbagai musim dengan visual yang beragam adalah nerikiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi yang ada pada visual wagashi melalui Teori Semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui buku, e-book, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya berbagai jenis kue tradisional wagashi yang merepresentasikan keempat musim. Representasi tersebut mengacu pada keindahan dari bentuk, motif dan warna. Makna denotasi dan konotasi yang ada pada visual wagashi sangatlah beragam. Setiap makna konotasi yang ada dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat Jepang dan musim yang ada di Jepang. 
Institution Info

Universitas Darma Persada