Abstract :
Perbedaan daerah asal penutur, kelompok atau keadaan
sosial, situasi bahasa dan tingkat formalitas (frozen,
formal, Consultative, Casual, Intimate) atau tahun dan
jaman yang berlainan menyebabkan terjadi variasi bahasa di masyarakat. Adapun definisi variasi yang dikemukakan
Wardhaugh (1990:22) adalah sebagai berikut: Variety is defined in terms of a specific set of 'linguistic items' or 'human speech patterns"(presumably, sounds, words, grammatical features) which can uniquely associate with some external factor (presumably, a geographical area or a social group). Jelaslah bahwa secara garis besar variasi bahasa
terjadi karena adanya bentuk-bentuk ucapan yang dilihat
dari bunyi, kata dan stuktur gramatikalnya. Sedangkan
faktor eksternal, seperti faktor geografis dan keadaan
sosial atau kemasyarakatan juga mendukung terjadinya
variasi bahasa. Perbedaan ragam yang berlaku di masyarakat,
menyebabkan terjadi penyimpangan, dari bentuk bahasa
standar menjadi bahasa nonstandar. Penyimpangan bahasa
bisa dilihat dengan terjadinya pelesapan ( deletion) dan
kontraksi (contraction). Namun penyimpangan tersebut bukanlah suatu kesalahan, karena bentuk bahasa seperti
itu merupakan pemarkah hubungan antara penutur dan petutur, atau sesuatu yang dituntut oleh keadaan bahasa
itu (Nababan,1993:10)