Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Agung, Agung
Subject
621.402 Heat Engineering, Thermal Engineering/Teknik Panas, Tenaga Panas, Teknologi Thermal
Datestamp
2024-07-17 06:00:53
Abstract :
BTS pedesaan di Indonesia masih banyak yang menggunakan genset diesel yang
biaya operasional dan pemeliharaanya tinggi serta menghasilkan emisi yang besar.
Penggunaan hibrid energi terbarukan pada BTS pedesaan menjadi solusi untuk
mendapatkan sumber energi listrik BTS pedesaan yang murah, bebas emisi, ramah
lingkungan dan handal.
Kabupaten Sabu Raijua di provinsi Nusa Tenggara Timur adalah kabupaten yang
termasuk dalam daerah 3T dan BTS disana masih banyak menggunakan genset
diesel. Kabupaten Sabu Raijua memiliki potensi radiasi matahari 6,46 kWh/m
/hari
dan kecepatan angin 5,61 m/s. Dengan potensi ini maka power system BTS di Sabu
Raijua bisa menggunakan hibrid fotovoltai dan turbin angin serta baterai sebagai
sumber energi listrik cadangan. Luas kabupaten Sabu Raijua adalah 460,47 km
2
,
sehingga jumlah site BTS di sana diperkirakan sebanyak 37 site BTS.
2
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi persentase hibrid
sumber energi listrik. Kombinasi hibrid ini menganalisa tekno-ekonomi per
persentase kombinasi hibrid sumber energi listrik. Penelitian ini menganalisa
investasi serta biaya operasional dan pemeliharaan site BTS di seluruh kabupaten
Sabu Raijua dalam 20 tahun. Baterai dirancang untuk mampu back up selama 24
jam jika dibutuhkan.
Dari penelitian ini didapatkan investasi hibrid sumber energi terbarukan sebanyak
37 site adalah sebesar Rp 29.717.290.000. Biaya operasional dan pemeliharaan
selama 20 tahun sebesar Rp 83.832.739.744. Sehingga total biaya yang dibutuhkan
adalah sebesar Rp 113.550.029.744. Biaya yang dibutuhkan 37 site BTS jika
menggunakan genset adalah sebesar Rp 350.386.864.196. sehingga penggunaan
hibrid Energi Terbarukan mampu mengurangi biaya sebesar 68%.