Abstract :
Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan PT.
SKF Indonesia menunjukan proses produksi belum berjalan
dengan baik sehingga mengakibatkan ketidak seimbangan
lintasan. Hal tersebut terjadi akibat tidak meratanya jumlah
waktu proses sebesar 210,24 detik pada stasiun kerja 3 dan
memiliki efisiensi lintasan sebesar 80%, balance delay sebesar 35% dan smoothing index sebesar 25 dengan takt time 52 menit. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka yang dilakukan adalah proses analisa line balancing, guna mendapatkan lintasan efsiensi yang lebih baik. Tujuan dari metode line balancing yaitu untuk memaksimalkan kecepatan proses pada stasiun kerja. Proses analisa line balancing menggunakan metode Hilgeson Bernie dan Moodie Young.
Pada penelitian ini proses pertama ialah perhitungan
waktu siklus, yaitu menghitung waktu standar dan waktu
normal, perhitungan waktu standar setiap elemen kerja dan
waktu siklus perakitan. Setelah itu perancangan keseimbangan
lintasan menggunakan metode Hilgeson Bernie yang dimana
terdiri satu fase perbaikan pada satu stasiun dengan nilai
pembobotan/waktu terbanyak. Metode kedua yaitu Moodie
Young yang terdiri dua fase, fase pertama adalah
pengelompokkan stasiun kerja, sedangkan fase kedua
mendistribusikan waktu menganggur secara merata untuk tiaptiap stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Hilgeson Bernie menghasilkan keseimbangan lintasan terbaik dengan efisensi lintasan mencapai 88% balance delay sebesaar 15,2%, dan smoothing index 15,12 dengan stasiun kerja berjumlah 5.