Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Genta Suwarta, Mendim
Subject
495.1 Chinese/Bahasa China, Bahasa Mandarin
Datestamp
2024-07-19 02:51:00
Abstract :
Nada (tona) merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa
Mandarin. Nada berperan penting dalam membedakan makna yang ingin
disampaikan. Selain itu, nada juga memiliki beberapa kaidah-kaidah perubahan
nada yang kompleks, contohnya adalah perubahan-perubahan nada ketiga. Hal
tersebut tidak begitu diketahui oleh para pemelajar bahasa Mandarin. Kemudian,
pelafalan nada dan kaidah-kaidah perubahan nada tersebut menjadi salah satu
kesulitan bagi pemelajar bahasa Mandarin, khususnya bagi penutur bahasa
Indonesia, bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang memiliki nada. Oleh karena itu,
penelitian ini membahas analisis kesalahan pelafalan nada ketiga dan perubahan
nada ketiga mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok,
Universitas Darma Persada. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
yang menggunakan perangkat lunak Praat sebagai instrumen validasinya.
Metodologi pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini,
kesalahan-kesalahan tersebut diuraikan dan dihitung jumlahnya. Dari hasil analisis,
terdapat 847 atau 62,7% kesalahan pelafalan perubahan nada ketiga yang dilakukan
responden. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden
tidak mampu melafalkan perubahan-perubahan nada ketiga.