Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Febrilia Molina, Eka Cipta
Subject
808.82 Drama Analisa/Drama Analysis
Datestamp
2024-10-09 02:54:29
Abstract :
Drama Anne of the Thousand Days merupakan interpretasi Maxwell Anderson tentang Raja Henry VIII dalam hubungannya dengan Anne
Boleyn. Henry digambarkan sebagai raja yang memiliki
sikap otoriter dan sangat ambisius dalam meraih apa yang menjadi keinginannya, hal ini terlihat ketika ia mulai menaruh hati kepada Anne, yang ketika itu Henry masih beristrikan Ratu Catharine sedangkan Anne sudah menjalin hubungan dengan Percy. Henry telah berjanji untuk menjadikan Anne sebagai ratu Inggris, yang merupakan syarat bagi Henry jika ia ingin menikahinya, Anne pun akhirnya setuju untuk menikah dengan Henry. Perkawinan tidak berjalan dengan
mulus karena temyata Anne melahirkan seorang anak perempuan dan hal ini menimbulkan kekecewaan dalam diri Henry, yang selama ini hanya menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya. Kekecewaan
Henry kemudian mengalihkan dirinya jatuh hati kepada Jane Seymour yang juga
merupakan dayang-dayang istana, sama halnya dengan Anne Boleyn. Henry yang merasa Anne sebagai penghalang dirinya untuk mendapatkan Jane, berusaha menyingkirkan dirinya dengan
memfitnah Anne telah melakukan
perzinahan dengan beberapa anggota istana. Henry
bahkan mengancam Anne akan hukuman mati atas perbuatannya itu, yang sebenamnya tidak pernah ia lakukan. Namun Anne yang tidak ingin menerima tawaran itu karena dianggap sebagai bentuk kesewenang-wenangan Henry terhadap dirinya, lebih memilih hukuman tersebut. Hukuman mati yang dipilih Anne sesungguhnya adalah sebuah bukti keteguhan Anne dalam mempertahankan prinsip Anne selama itu untuk tidak menjadi perempuan yang "tertindas".