Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran seksisme dan resistensi
tindakan seksisme yang diterima oleh Shibata di tempat kerja dalam novel K?shin
Tech? Karya Emi Yagi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini
yaitu teori modern sexism dari Nijole V. Benokraitis & Joe R. Feagin yang terdiri
dari blatant sexism, subtle sexism, dan covert sexism. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Shibata mendapatkan perlakuan seksisme di tempat kerja yaitu blatant
sexism berupa pelecehan verbal secara terang-terangan dan kekerasan fisik serta
subtle sexism yang berupa dibebankan pekerjaan domestik dan administratif
tambahan di kantor yang didasarkan dari hasil konstruksi norma dan budaya
masyarakat patriarki terhadap stereotipe peran gender. Namun, bentuk covert
sexism tidak ditemukan dalam novel ini. Tindakan resistensi yang dilakukan oleh
Shibata, terbagi menjadi dua jenis yaitu terbuka dan tertutup. Resistensi terbuka
yang dilakukan Shibata terhadap bentuk blatant sexism adalah mengundurkan diri.
Resistensi tertutup yang dilakukan Shibata terhadap bentuk subtle sexism adalah
membuat kebohongan bahwa dia hamil. Selain itu, di tengah ironi kehamilannya,
Shibata mendapatkan hak dan perlakuan istimewa seperti pengurangan beban kerja,
dapat pulang kerja tepat waktu, dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara
rutin, dapat mengikuti senam ibu hamil dengan potongan harga, mendapatkan cuti
melahirkan, dan mendapatkan perhatian dari rekan kerja ataupun orang sekitarnya.