Institusion
Universitas Darma Persada
Author
Fajar, Bahari
Subject
658.408 Social Responsibility of Management/Manajemen Pertanggungjawaban Sosial
Datestamp
2024-10-21 02:01:00
Abstract :
PT. Kharisma Industri Teknik, sebagai perusahaan kontraktor dan manufaktur,
menghadapi tantangan serius terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di
area gudangnya. Fokus utama analisis terletak pada kegiatan bongkar muat
material berat, seperti stainless steel, karbon steel, dan mild steel. Dalam
menanggapi masalah ini, perusahaan telah melakukan analisis dengan
mengadopsi dua metode penting, yakni Failure Mode and Effects Analysis
(FMEA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC).
Dalam rangka menilai risiko potensial, analisis FMEA telah membuktikan bahwa
aktivitas bongkar muat, penyusunan material, dan penggunaan forklift memiliki
nilai Risk Priority Number (RPN) yang signifikan. hasil dari perhitungan HIRARC
(Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan FMEA (Failure
Mode and Effects Analysis) menunjukkan bahwa telah dilakukan evaluasi risiko
terhadap beberapa kejadian di tempat kerja. HIRARC memberikan peringkat
risiko berdasarkan tingkat probabilitas dan konsekuensi, sementara FMEA
memberikan prioritas risiko berdasarkan tingkat dampak dan probabilitas, serta
risiko yang paling berpengaruh terhadap proses kerja.Hasil analisis menunjukkan
bahwa kejadian terkait dengan pemindahan material dari truk kontainer memiliki
tingkat risiko tertinggi, dengan kemungkinan terjadinya yang tinggi (Probabilitas =
5) dan konsekuensi yang ekstrem (Konsekuensi = 5). Sementara itu, kejadian
terkait dengan penggunaan alat berat seperti forklift memiliki dampak yang
signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja (Probabilitas = 4,
Konsekuensi = 4). Dari hasil perhitungan HIRARC dan FMEA, dapat disimpulkan
bahwa tindakan pengendalian risiko harus diambil untuk meminimalkan potensi
kecelakaan dan cedera di tempat kerja. Langkah-langkah mitigasi yang efektif
harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kejadian dan
mengurangi dampaknya jika terjadi. Dengan demikian, keselamatan dan
kesehatan pekerja di tempat kerja dapat ditingkatkan secara signifikan. Total
Perhitungan HIRARC: 125 (Probabilitas) + 8 (Konsekuensi) + 64 (Probabilitas x
Konsekuensi) = 197 Total Perhitungan FMEA: 125 (Dampak) + 8 (Probabilitas) +
64 (Dampak x Probabilitas) = 197. Hasil ini memberikan pemahaman yang lebih
mendalam tentang bahaya dan risiko K3 di PT. Kharisma Industri Teknik, serta
memberikan landasan kuat untuk langkah-langkah konkrit yang dapat
meningkatkan tingkat keselamatan kerja. Rekomendasi pengendalian risiko ini
dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, meminimalkan
risiko cedera, dan memastikan kesesuaian dengan regulasi K3 yang berlaku.
Dengan menganalisis tindakan ini, perusahaan dapat memajukan tujuannya
untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan.