Abstract :
Tanaman hias Aglaonema, yang juga dikenal sebagai Sri Rejeki di Indonesia, yang
memiliki asal dari bahasa Yunani, di mana "agros" yang artinya sinar atau cahaya, dan
"nema" yang artinya benang. Secara literal, Aglaonema dapat diartikan sebagai benang
yang bersinar, mengacu pada banyaknya daunnya yang memberikan keindahan saat
dilihat dan meningkatkan estetika di kebun atau taman. Meskipun memiliki nilai bisnis
yang tinggi karena kecantikan bentuk daunnya, penjual tanaman hias Aglaonema
sering mengalami kesulitan dalam mengenali jenisnya. Untuk mengatasi hal ini,
penting untuk merujuk pada literatur yang menggambarkan ciri-ciri dari setiap jenis
Aglaonema. Oleh karena itu, berbagai macam metode atau algoritma yang telah
dikembangkan untuk membantu peneliti dalam menganalisis gambar dan objek media.
Maka dari itu, peneliti membuat aplikasi dengan metode YOLO (You Only Look Once)
dan metode SSD (Single Shot Multibox Detector) untuk mengklasifikasikan tanaman
hias Aglaonema berdasarkan jenisnya. Setelah melakukan pengujian pada aplikasi ini,
hasilnya menunjukkan bahwa untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanaman hias
Aglaonema, telah dilakukan pelatihan dengan data yang mencakup lima kategori yaitu
anjamani, lady valentine, red legacy, suksom, dan bukan aglaonema. Selain itu,
pengujian dilakukan menggunakan 1000 citra untuk data uji, yang menghasilkan
tingkat akurasi sebesar 95% dan 90%.