Abstract :
Di dalam puisi ini banyak penggambaran-penggambaran tentang suasana hati sang pengarang, terutama tentang rasa cemas yang dia rasakan, seperti hati kering dan garing, hatinya berkejolak seperti lahar dan ombak yang bergulung. Malang dijadikan gambaran tentang kesuraman, kesunyian dan dingin hatinya. Perasan-persan tersebut membuatnya semakin pasar dan menuntunnya pada sebuah naluri kematian, seperti digambarkan dari kata-kata kuburan (tomb). Berulang-ulang dia sebutkan kata tersebut karena dia merasa pada suatu saat dia dan istri tercintanya akan dipisahkan oleh dua dunia yang berbeda, sampai-sampai dia menghayalkan panggilan dari istrinya dengan sebutan Ulalume.