Abstract :
Penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengembangan mesin
wrapping menggunakan metode Design for Manufacturing and Assembly (DFMA)
untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pengemasan di lantai
produksi. Studi kasus dilakukan di PT X, yang menghadapi beberapa kendala pada
mesin wrapping lama, seperti proses transportasi benda kerja yang terhambat,
kebisingan tinggi, serta ketergantungan yang besar pada tenaga kerja manusia.
Masalah ini menyebabkan rendahnya produktivitas dan meningkatnya biaya
produksi.
Dalam penelitian ini, metode DFMA diterapkan untuk menyederhanakan
desain mesin, mengurangi jumlah komponen dari 49 menjadi 37, serta mengganti
material dari S.45.C setengah baja menjadi SS400 besi tuang. Hasil penerapan
DFMA menunjukkan peningkatan signifikan pada performa mesin baru. Waktu
pengemasan per unit produk berkurang dari 28,13 detik menjadi 9,33 detik, dan
produksi harian meningkat dari 172 unit menjadi 513 unit. Perubahan ini tidak hanya
meningkatkan efisiensi proses, tetapi juga menurunkan tingkat kelelahan operator.
Penelitian ini menyarankan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
baru untuk lebih meningkatkan efektivitas area pengemasan dan mengoptimalkan
penggunaan mesin wrapping yang telah dimodifikasi. Temuan ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam perbaikan operasional dan perancangan alat di masa
depan.