Abstract :
Pada era perkembangan dibidang snfrastruktur para pengguna dan pelaksana
berlomba untuk menggunakan material yang tepat sasaran yaitu kuat dan
ekonomis. Penggunaan material pabrikasi seperti baja ringan menjadi alasan
karena kecepatan kerusakan hutan, pada daerah tertentu lebih tinggi dibanding
realisasi upaya rehabilitasinya, sehingga inovasi baja ringan dijadikan alternatif
baru material rangka atap semakin makin populer, hal itu dibuktikan dengan
banyak persaingan merk rangka atap baja ringan di Indonesia. Oleh karena it u
perlu dilakukan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) menggunakan
rangka atap kayu, dan rangka atap baja ringan untuk mendapatkan perbandingan
melalui perhitungan Harga Satuan Pekerjaan (HPS), sealin itu untuk juga
memahami keuntungan dan kerugian penggunaan kedua material atap tersebut.
Penelit ian ini dilaksanakan di proyek Kantor Pengelola Kawasan Kelautan
Kabupaten Parigi Mautong, penelit ian dilakukan dengan cara pengumpulan data
dari lapangan dan menganalisis dengan analisis deskriptif komparatif.
Berdasarkan hasil perhitungan dapat beri kesimpulan rangka atap kayu lebih lebih
hemat biaya 4,27 % dari pada rangka atap baja ringan, hal disbabkan karena harga
kayu masih mudah diperoleh di Parigi Mautong