Abstract :
Studi ini secara khusus membahas Penerapan Hidrograf Satuan Sintetik
Metode SCS-USA, Metode Nakayasu dan Metode ITB Dalam Penelusuran Debit
Banjir Sungai Poso, pada musim penghujan sering terjadi banjir yang diakibatkan
oleh curah hujan tinggi maupun akibat luapan sungai. Perencanaan pengendalian
banjir, pengamanan sungai, dan struktur bangunan air lainnya dapat dilakukan
dengan baik dengan mengetahui debit banjir rencana periode ulang 2, 5, 10, 25,
50, 100 tahun, dan karakteristik sungai poso dengan menggunakan HSS SCSUSA,
Nakayasu,
dan
ITB.
Metode hidrograf satuan sintetis adalah metode yang populer digunakan
dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumber
daya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS yang tidak terukur. Beberapa
metoda hidrograf satuan sinteteis seperti cara Nakayasu, SCS-USA, ITB, sangat
populer dan umum digunakan di Indonesia untuk menghitung debit puncak dan
bentuk hidrograf banjir. Didapatkan untuk HSS SCS-USA periode ulang 2 tahun :
5478,358 m³/dtk, 5 tahun : 6650,282 m³/dtk, 10 tahun : 7222,715 m³/dtk, 25 tahun
: 7876,586 m³/dtk, 50 tahun : 8129,453 m³/dtk, 100 tahun : 8410,687 m³/dtk, HSS
Nakayasu periode ulang 2 tahun : 10364,413 m³/dtk, 5 tahun : 12582,160 m³/dtk,
10 tahun : 14062,048 m³/dtk, 25 tahun : 14902,815 m³/dtk, 50 tahun : 15381,340
m³/dtk, 100 tahun : 15913,548 m³/dtk, HSS ITB periode ulang 2 tahun :
10364,413 m³/dtk, 5 tahun : 12582,160 m³/dtk, 10 tahun : 14062,048 m³/dtk, 25
tahun : 14902,815 m³/dtk, 50 tahun : 15381,340 m³/dtk, 100 tahun : 15913,548
m³/dtk, dan didapat karakteristik yang cepat untuk mencapai puncak dan lambat
untuk turun.