Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi bangunan dan tingkat kerusakan bangunan gedung Sekolah Dasar di kecamatan Pamona Tenggara dan menentukan skala priorotas penanganan kerusakan pada bangunan.Metode penelitian yang dilakukanmengambil data dengan survey lapangan, dimana peneliti mengamati kondisi tiap komponen elemen bangunan. Pengukuran luas kerusakan komponen elemen bangunan dilakukan dengan menggunakan meteran dan dihitung persentasenya sesuai dengan peraturan dari Kemendikbud (2018).Hasil penelitian diperoleh tingkat kerusakan SDN Korobono, untuk gedung A dengan persentase tingkat kerusakan 34,9 atau kategori kerusakan rusak sedang, sedangkan gedung B dengan persentase tingkat kerusakan 22,1 % atau kategori kerusakan rusak ringan. Tingkat kerusakan SDN Tokilo, untuk gedung A, B dan C dengan persentase tingkat kerusakan 74,9%, 90,3 % dan 92,9 % atau kategori kerusakan rusak berat. Tingkat kerusakan SDN Amporiwo gedung A dan B dengan persentase 41,2 atau kategori kerusakan rusak sedang, sedangkan gedung B dengan persentase tingkat kerusakan 73,7 % atau kategori kerusakan rusak berat.