DETAIL DOCUMENT
KAJIAN MORFOLOGI DAN MORFOMETRI KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DI KELURAHAN GEBANGREJO KECAMATAN POSO KOTA KABUPATEN POSO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Sintuwu Maroso Poso
Author
Azizah, Nurul Azmi
Subject
SF Farm 
Datestamp
2023-10-12 01:51:20 
Abstract :
Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dikembangkan di Indonesia. Salah satu jenis kambing adalah kambing peranakan etawa (PE). Kambing ini memiliki ciri karakteristik yang khas, ini penting diketahui peternak agar bisa mempersiapkan breeding dan indukan PE yang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan morfometri kambing PE serta hubungan antara ukuran-ukuran tubuh terhadap bobot badan pada kambing peranakan etawa (PE) di Kelurahan Gebangrejo Kecamatan Poso Kota. Variabel yang diamati dalam penelitian terdiri dari data kuantitatif berupa bobot badan, tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada. Dan data kualitatif berupa warna dan bentuk dari tubuh dan kepala kambing PE. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif menghitung standar deviasi, koefisien korelasi. Materi penelitian yang digunakan sebanyak 30 ekor kambing peranakan etawa tipe kelamin jantan dan betina dari umur berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa morfologi kambing PE yang diperoleh dilokasi sesuai dengan standarisasi nasional yaitu memiliki bentuk telinga panjang, lubang telinga terlihat menghadap kedepan, bentuk muka cembung, postur badan yang besar, terdapat kombinasi warna putih-cokelat, putih-hitam, dan putihhitam-cokelat, mempunyai rambut bulu rewos atau rambut lebat yang tumbuh dibagian paha kaki bagian belakang yang menggantung terkulai. Kombinasi warna tubuh dan kepala didominasi warna putih-hitam sebanyak 30 % dan 33,3 %. Morfometri yang diperoleh dilokasi yaitu bobot badan, tinggii badan, lingkar dada, dan panjang badan lebih tinggi pada kelompok umur KU3. Kambing PE jantan memiliki hasil ukuran yang lebih besar dibanding kambing betina. Namun data kuantitatif ukuran tubuh dilokasi, menunjukkan masih dibawah rata rata standarisasi nasional untuk kambing PE, dikarenakan faktor genetik, perbedaan wilayah maupun manajemen pemeliharaannya. Untuk nilai korelasi tertinggi ditunjukkan pada tinggi badan yaitu 0,991. Hubungan keeratan diperoleh hasil positif, yaitu ukuran tubuh telah mengalami peningkatan dengan seiring bertambahnya bobot badan. Maka tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada mempunyai hubungan yang sangat kuat terhadap bertambahnya bobot badan. 
Institution Info

Universitas Sintuwu Maroso Poso