Abstract :
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh petani karena dibutuhkan dalam skala rumah tangga dan industri serta diekspor ke luar negeri. Produksi cabai rawit perlu ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar. Pemangkasan pucuk merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil cabai rawit. Percobaan dua faktor yang terdiri dari waktu pemangkasan pucuk (14, 21 dan 28 hari setelah pindah) dan panjang pemangkasan pucuk (0,5, 1,0 dan 1,5 cm dari pucuk) diatur menurut rancangan acak kelompok (RAK) diulangi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Pemangkasan pada umur 28 hsp membantu tanaman cabai rawit tumbuh dan memiliki rata-rata hasil tertinggi. Panjang pemangkasan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali laju pertumbuhan pada umur 30 hsp. Panjang pemangkasan 1,5 cm menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi. Terdapat interaksi nyata hingga sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan panjang pemangkasan pucuk. Panjang pemangkasan 1,5 cm pada umur 28 hsp memberikan hasil tertinggi yaitu 65,92 tangkai buah dengan berat 169,77 gram/pohon.