Abstract :
Provinsi Sulawesi Tengah sebagai produsen kakao terbesar pertama di
Indonesia dan komoditas kakao berpotensi sebagai sumber pendapatan
utama bagi petani. Sebagai komoditas unggulan perkebunan, komoditas
kakao memiliki beberapa kendala dan permasalahan dalam upaya
meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani. Rendahnya kompetensi
petani dan proses budidaya yang tidak tepat. Adapun tujuan penelitian untuk
menganalisis pengaruh karakteristik petani dan peran penyuluh terhadap
peningkatan kompetensi petani kakao dan menganalisis pengaruh
kompetensi terhadap peningkatan produktivitas petani kakao. Penelitian ini
dilaksanakan di Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada bulan Mei sampai
Agustus 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif melalui survei. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang
melakukan usahatani kakao yang ada di Kecamatan Poso Pesisir Selatan di
Desa Tangkura dan Desa Pantangolemba yang seluruhnya berjumlah 299
petani. Dari perhitungan menggunakan rumus slovin dengan tingkat
kesalahan sebesar 8% diperoleh jumlah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu sebanyak 103 petani kakao. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur dan pendidikan formal
menjadi faktor yang berpengaruh pada rendahnya kompetensi petani.
Menurunnya kemampuan fisik dalam bekerja dan berpikir berpengaruh pada
kemampuan petani dalam berusahatani. Pendidikan formal juga berpengaruh
pada rendahnya kompetensi petani karena semakin tinggi pendidikan formal
petani keinginan dalam berusahatani menjadi rendah. Peningkatan
pendidikan cenderung membuat petani tidak lagi memperhatikan usahatani
kakao dan beralih menjadi karyawan di perusahaan. Faktor kemampuan
budidaya petani dapat memengaruhi peningkatan produktivitas petani.
Pemupukan yang tepat dan pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor
yang penting pada proses budidaya kakao.