Abstract :
Bawang merah sebagai salah satu komoditas hortikultura yang
diperlukan untuk konsumsi rumah tangga juga industri makanan, sehingga
menjadikannya sebagai komoditas strategis. Untuk meningkatkan
produksi bawang merah upaya yang dilakukan yaitu dengan perlakuan
komposisi media tanam dan pemotongan umbi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh kombinasi, pemotongan umbi dan komposisi
media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor
pertama adalah pemotongan umbi sebesar 1/3 dari bagian panjang umbi,
sedangkan faktor kedua adalah media tanam (M1: Tanah, M2:
Tanah+arang sekam+pupuk kandang ayam (3:2:1), M3: Tanah+arang
sekam+pupuk kandang kambing (3:2:1), M4: Tanah+arang sekam+pupuk
kandang sapi (3:2:1), M5: Tanah+arang sekam+pupuk kandang ayam (3:1:1),
M6: Tanah+arang sekam+pupuk kandang kambing (3:1:1), dan M7:
Tanah+arang sekam+pupuk kandang sapi (3:1:1), terdapat 14 kombinasi
perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga
terdapat 42 unit percobaan, setiap satuan percoban terdapat 3 tanam
sampel, sehingga terdapat 126 satuan tanaman sampel. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi antara perlakuan pemotongan 1/3 umbi
dan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun
pada umur 6 MST. Perlakuan P0M6 (tanpa pemotongan 1/3 umbi, tanah +
arang sekam + pupuk kandang kambing dengan perbandingan 3:1:1)
menghasilkan nilai rata-rata tertinggi 46,67. Perlakuan tanpa pemotongan
umbi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi,
bobot basah dan jumlah anakan pada tanaman bawang merah varietas
Bima. Perlakuan komposisi media tanam arang sekam dan berbagai jenis
pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman bawang merah.